Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad (Foto: kemenag)
INDONESIAINFO.ID - Kementerian Agama mengimbau organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam agar memperkuat perannya sebagai mediator antara pemerintah dan warga. Ajakan tersebut disampaikan dalam forum silaturahmi antara ormas Islam, organisasi kepemudaan, dan lembaga keagamaan di Jakarta, pada Senin (21/4).
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menyampaikan bahwa peran ormas sangat krusial, tidak hanya dalam membina nilai-nilai keagamaan, tetapi juga sebagai kanal komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat.
“Ormas punya posisi strategis sebagai penghubung. Mereka menjalankan fungsi ini dengan baik, menjadi penyambung suara rakyat kepada pemerintah dan sebaliknya,” kata Abu.
Ia menekankan bahwa melalui ormas, kebijakan negara dapat tersampaikan lebih efektif, sementara aspirasi masyarakat bisa dikumpulkan dan disalurkan secara konstruktif. Karena itu, Kemenag terbuka terhadap kolaborasi program antara Ditjen Bimas Islam dengan berbagai ormas keagamaan, seperti MUI, Muslimat NU, dan Aisyiyah.
Abu menjelaskan bahwa kerja sama ini dapat beradaptasi sesuai konteks isu yang berkembang di masyarakat. Ia menilai kolaborasi tersebut mampu membangun jembatan-jembatan baru antara negara dan warga, sehingga memperkuat komunikasi sosial dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap arah kebijakan pemerintah.
“Semakin banyak jembatan yang dibangun, semakin kuat pula ikatan antara masyarakat dan negara,” ujarnya.
Ia juga menyebut pentingnya pertemuan rutin antara negara dan kelompok masyarakat Islam untuk menjaga ritme dialog serta memperkuat kesalingpahaman. Menurutnya, forum silaturahmi seperti ini perlu dijaga agar momentum hubungan harmonis negara dan umat terus berkembang.
“Semoga pertemuan ini memberi pijakan baru bagi hubungan strategis antara negara dan umat Islam kedepan,” tutupnya.