• LEGISLATIF

Parlemen Pantai Gading Tekankan Tata Kelola Baik di Sidang PUIC

Agus Mughni Muttaqin | Rabu, 14 Mei 2025 20:50 WIB
Parlemen Pantai Gading Tekankan Tata Kelola Baik di Sidang PUIC Ketua Parlemen Republik Pantai Gading, Adama Bictogo di hadapan para delegasi negara anggota dalam Sidang ke-26 Komite Umum PUIC di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Rabu

Indonesiainfo.id - Ketua Parlemen Republik Pantai Gading, Adama Bictogo, menegaskan pentingnya tata kelola yang baik dan penguatan kelembagaan dalam menghadapi berbagai krisis global yang tengah melanda, mulai dari krisis politik, ekonomi, sosial, hingga lingkungan.

Penegasan itu disampaikan Bictogo di hadapan para delegasi negara anggota dalam Sidang ke-26 Komite Umum PUIC di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Rabu (14/5/2025).

“Konferensi ini diselenggarakan di tengah situasi dunia yang ditandai oleh krisis multidimensi. Kondisi ini menuntut kita, negara-negara anggota, untuk memiliki resiliensi, kemampuan beradaptasi, dan semangat untuk bangkit kembali,” ujar Bictogo, seperti dikutip dari Parlementaria.

Ia menyoroti tema konferensi, yaitu Good Governance and Strong Institutions as Pillar of Resilience, sebagai fondasi mutlak untuk menciptakan negara dan bangsa yang tangguh. Menurutnya, parlemen memiliki tanggung jawab besar dalam membangun institusi yang kuat dan menjaga legitimasi serta keberlanjutan negara melalui peran legislasi yang konsisten.

“Sebagai anggota parlemen, kita tidak hanya menyuarakan aspirasi rakyat, tapi juga mentransformasikannya menjadi kebijakan nyata. Kita adalah katalis dari perubahan sosial,” kata dia.

Bictogo juga mengajak negara-negara anggota PUIC untuk mengembangkan kerja sama sosial, ekonomi, dan budaya secara lebih intensif. Ia menekankan pentingnya membangun kemitraan yang saling menguntungkan, khususnya di tengah perubahan global yang cepat.

“Negara-negara kita akan mencapai hasil yang lebih baik jika bekerja bersama dalam solidaritas. Kita harus memperkuat kerja sama lintas negara dan lintas sektor,” ujarnya.

Dalam pidatonya, ia turut menyoroti pentingnya transisi teknologi, khususnya dalam bidang pertanian yang berkelanjutan. Ia mendorong negara-negara anggota untuk berpartisipasi aktif dalam forum internasional, menyampaikan posisi yang tegas, serta memperkuat kehadiran kolektif dalam mengatasi krisis global.

“Kita juga harus mengapresiasi peran negara-negara yang telah menunjukkan komitmen untuk menjadi mediator dan fasilitator dalam berbagai konflik dunia. Kepemimpinan yang bertanggung jawab adalah bagian dari upaya kita bersama,” ujar Bictogo.