Menteri Luar Negeri RI, Sugiono (Foto: Kompas)
Jakarta, Indonesiainfo.id - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, menghadiri pertemuan ASEAN–Gulf Cooperation Council (GCC) Ministerial Meeting yang digelar di tengah rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-46 ASEAN di Kuala Lumpur Convention Center. Pertemuan ini dipimpin bersama oleh delegasi Filipina dan Kuwait.
Dalam kesempatan tersebut, Menlu Sugiono menegaskan urgensi memperkuat kemitraan antara ASEAN dan GCC di tengah situasi geopolitik dan ekonomi global yang terus berkembang.
"ASEAN dan GCC merupakan dua kawasan dengan potensi dinamis di kawasan Indo-Pasifik. Saatnya untuk beralih ke kerja sama yang lebih nyata dan konkret," tegasnya.
Sugiono mengungkapkan bahwa fokus utama dari hubungan ASEAN-GCC harus berada pada implementasi Framework of Cooperation 2024–2028, yang mencakup platform penting seperti ASEAN Indo-Pacific Forum (AIPF) dan ASEAN Indo-Pacific Business Network.
Lebih lanjut, menurutnya, kedua kawasan tersebut memiliki potensi ekonomi yang saling melengkapi, terutama dalam sektor energi, pangan, investasi, dan inovasi.
"Di satu sisi, energi yang berasal dari Teluk mendukung pertumbuhan industri di ASEAN, sementara ekspor pangan dari ASEAN memperkuat ketahanan pangan di Teluk. Oleh karena itu, perlu adanya dorongan untuk studi kelayakan Free Trade Agreement (FTA) ASEAN-GCC sebagai langkah untuk mempercepat integrasi ekonomi lebih erat," tambah Menlu Sugiono.
Selain aspek ekonomi, Menlu Sugiono juga mengangkat pentingnya kerja sama dalam melindungi pekerja migran melalui mobilitas tenaga kerja yang aman dan bertanggung jawab, serta memperkuat kerja sama maritim. Ini termasuk upaya menjaga stabilitas jalur pelayaran, mendorong pengembangan ekonomi biru, dan memerangi kejahatan transnasional.
Sebagai penutupan, Menlu Sugiono mengungkapkan keprihatinannya atas krisis kemanusiaan yang terus berlangsung di Palestina dan mengecam keras kekerasan yang dilakukan oleh Israel. Ia kembali menegaskan komitmen Indonesia dalam mendukung solusi dua negara sebagai jalan menuju perdamaian yang adil dan berkelanjutan.
"Israel harus bertanggung jawab atas tindakan kekejamannya. Indonesia akan terus menyuarakan keadilan untuk Palestina dan bergerak bersama negara-negara mitra untuk memastikan keadilan tersebut tercapai," tegas Menlu Sugiono.
Pertemuan tingkat Menteri ASEAN-GCC ini merupakan bagian dari persiapan menuju KTT ke-2 ASEAN-GCC yang akan diselenggarakan pada 27 Mei 2025. Kemitraan ekonomi antara ASEAN dan GCC memiliki potensi yang sangat besar, dengan total PDB yang mencapai USD 6 triliun, hampir 6% dari total PDB dunia, dan total populasi lebih dari 734 juta orang, sebagian besar merupakan penduduk usia produktif.