• EKSEKUTIF

Kementerian Komdigi Hadirkan Internet Tanpa Serat Optik

M. Habib Saifullah | Sabtu, 15 Nov 2025 17:24 WIB
Kementerian Komdigi Hadirkan Internet Tanpa Serat Optik Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria (Foto: Komdigi)

Indonesiainfo.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kementerian Komdigi) mengahdirkan akses internet terjangkau tanpa serat optik untuk mewujudkan koneksivitas digital yang inklusi.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria dalam penandatanganan kontrak komersial antara SURGE, OREX SAI Jepang, dan distribusi lokasi di Jakarta, pada Rabu (12/11/2025).

"Ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah deklarasi yang kuat akan visi, komitmen, dan tindakan bersama menuju Indonesia yang berdaya digital," kata Nezar dalam keterangannya, Sabtu (15/11/2025).

Adapun teknologi yang diadopsi dalam proyek ini berbasis Fixed Wireless Access (FWA) 5G di frekuensi 1,4 GHz.

Teknologi ini memungkinkan layanan internet berkecepatan tinggi tanpa perlu menunggu pembangunan jaringan fiber optik yang selama ini menjadi kendala utama di banyak wilayah.

“Ini bukan hanya tentang menghubungkan orang. Ini tentang menyediakan akses berkecepatan tinggi yang terjangkau. Teknologi ini dirancang untuk melewati proses pemasangan fiber optik bagi semua orang yang tradisional, mahal, dan memakan waktu,” ujar Nezar.

Dia menilai bahwa langkah ini selaras dengan strategi nasioal untuk mempersempit kesenjangan digital dan memperkuat fondasi ekonomi digital di Indonesia.

Data menunjukkan tingkat penetrasi internet pita lebar tetap di Indonesia masih rendah, dengan kecepatan unduh yang berada di posisi kesembilan dari sepuluh negara ASEAN.

Biaya internet tetap juga masih tergolong tinggi dibanding negara lain di kawasan.

"Masalahnya bukan hanya teknis, tapi menyangkut keadilan digital. Internet cepat tidak boleh hanya dinikmati segelintir wilayah. Dengan kolaborasi ini, kita bawa akses setara ke seluruh masyarakat," ujar Nezar.

Proyek ini juga menegaskan komitmen pemerintah dalam menciptakan ekosistem digital yang inklusif melalui kemitraan strategis antara sektor publik dan swasta.

Pemerintah mendukung penuh inisiatif ini dengan memberikan akses pada sumber daya vital, termasuk penggunaan frekuensi 1,4 GHz, untuk mendukung pengembangan teknologi nirkabel berkecepatan tinggi.

Kerja sama Indonesia–Jepang ini berawal dari nota kesepahaman di bidang digital dan komunikasi yang kini berlanjut ke tahap implementasi.

Melalui proyek ini, pemerintah berharap manfaat internet cepat dapat langsung dirasakan oleh masyarakat, terutama pelaku UMKM, sektor pendidikan jarak jauh, dan layanan telemedisin di daerah.

“Kita berbicara tentang masa depan di mana konektivitas berjalan lancar, inovasi didemokratisasi, dan teknologi menjadi mesin penggerak sejati bagi kemajuan nasional,” ucapnya. (Ant)