• EKSEKUTIF

Kemenag Imbau Masjid Gelar Salat Gaib untuk Bencana di Sumatra

M. Habib Saifullah | Sabtu, 06 Des 2025 20:51 WIB
Kemenag Imbau Masjid Gelar Salat Gaib untuk Bencana di Sumatra Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad (Foto: kemenag)

Indonesiainfo.id - Kementerian Agama (Kemenag) mengimbau seluruh masjid di Indonesia untuk menggelar salat gaib bagi warga muslim yang wafat akibat bencana di Aceh, Suamtra Utara, dan Sumatra Barat.

Dirjen Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad mengatakan bahwa masjid memiliki posisi strategis dalam merespons situasi kemanusiaan, baik karena kedekatannya dengan masyarakat maupun fungsinya sebagai ruang berkumpul dan saling menguatkan.

"Masjid adalah tempat masyarakat bernaung dan mencari kekuatan. Di saat seperti ini, masjid juga perlu menjadi ruang untuk saling menolong," kata Abu Rokhmad di Jakarta, Jumat (5/12/2025).

Abu juga mengatakan bahwa Kemenag bersama Baznas, Forum Zakat (FOZ), dan Poroz juga telah menggalang dana hingga terhimpun lebub Rp155 miliar. Saat ini, terus dibuka juga penyaluran donasi melalui Rekening Tanggap Darurat Kemenag dan sudah terhimpun Rp2,6 miliar.

Abu Rokhmad menyampaikan, Kemenag telah mengimbau Kanwil, Kemenag kabupaten/kota, KUA, dan Dewan Kemakmuran Masjid di seluruh Indonesia untuk menggalang donasi tanggap darurat dan disalurkan kepada korban bencana.

Abu menekankan bahwa penggalangan dana oleh masjid harus dilakukan secara tertib, transparan, dan sesuai ketentuan agar benar-benar memberi manfaat kepada warga yang membutuhkan. 

"Kami ingin penyaluran bantuan dilakukan secara terukur dan mengedepankan prinsip kemaslahatan," kata dia.

Kemenag mendorong takmir masjid untuk mengaktifkan jejaring relawan, membuka posko bantuan, serta menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah dan lembaga kemanusiaan. Sinergi lintas institusi ini diperlukan agar distribusi bantuan dapat berlangsung cepat, tepat sasaran, dan menjawab kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari logistik pangan, pakaian, air bersih, hingga layanan kesehatan darurat.

Abu Rokhmad juga mengajak masjid memberi perhatian pada aspek spiritual dan psikososial warga terdampak, termasuk dengan menggelar doa bersama, pendampingan rohani, dan layanan penguatan batin bagi mereka yang masih berada di lokasi pengungsian.

“Bencana bukan hanya persoalan fisik, tetapi juga batin. Kehadiran masjid memberi energi ketenangan,” ujar dia.

Dia menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Kemenag daerah untuk memantau aktivitas masjid dalam membantu warga terdampak. Abu Rokhmad menyampaikan apresiasi kepada para takmir, relawan, dan komunitas masjid yang telah bergerak cepat dan menunjukkan solidaritas nyata.

"Semakin besar kolaborasi, semakin cepat masyarakat pulih," kata Abu.