Relawan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Kementerian Kesehatan melaksanakan pengendalian faktor risiko kesehatan lingkungan di kawasan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Aceh Tamiang (Foto: Kemenkes)
Aceh, Indonesiainfo.id - Relawan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Kementerian Kesehatan melakukan serangkaian langkah pencegahan risiko kesehatan lingkungan di kawasan hunian sementara (huntara) yang disiapkan bagi warga terdampak bencana di Aceh Tamiang.
Kegiatan ini difokuskan untuk memastikan lingkungan hunian aman sebelum ditempati masyarakat.
Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah pengendalian vektor penyakit, terutama nyamuk Aedes aegypti yang berpotensi menularkan demam berdarah dengue (DBD).
Upaya ini dilaksanakan sejak tahap awal sebagai bentuk antisipasi penyakit berbasis lingkungan di wilayah pascabencana.
Relawan TCK Batch II dari Sub Klaster Kesehatan Lingkungan, Trisno Subarkah, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari mitigasi risiko kesehatan bagi masyarakat terdampak.
“Kami melakukan pengendalian faktor risiko kesehatan lingkungan, salah satunya melalui pengendalian vektor. Kegiatan ini dilakukan sebelum hunian sementara ditempati agar warga dapat tinggal dengan aman dan nyaman tanpa gangguan nyamuk, khususnya Aedes aegypti,” ujar Trisno saat dikonfirmasi di Jakarta, pada Minggu (18/1).
Sebanyak 12 tenaga profesional sanitasi lingkungan dikerahkan dalam kegiatan ini. Selain pengendalian vektor melalui metode pengembunan atau fogging dengan insektisida sesuai standar, tim juga melakukan berbagai pemeriksaan lingkungan pendukung.
Pengawasan mencakup kualitas air bersih, kondisi jamban, sistem pengelolaan sampah di kawasan pemukiman dan dapur umum, hingga pengelolaan limbah medis serta limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di fasilitas kesehatan terdampak bencana.
Menurut Trisno, peran kesehatan lingkungan sangat krusial dalam fase tanggap darurat dan pemulihan pascabencana guna mencegah munculnya kejadian luar biasa (KLB).
“Harapannya, hunian sementara ini benar-benar menjadi tempat tinggal yang sehat dan memberikan rasa aman serta nyaman bagi warga selama masa pemulihan,” katanya.