Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, A. Muhaimin Iskandar melakukan konferensi pers mengikuti Dialog Solidaritas dan Partisipasi Publik: Meningkatkan Ketahanan Psikososial sebagai Fondasi Pemberdayaan Masyarakat di Jakarta (Foto: Vaza/Indonesiainfo.id)
Jakarta, Indonesiainfo.id - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar menyatakan kesiapan pemerintah mendukung gerakan Ayo Cerita sebagai upaya memperkuat ketahanan psikososial masyarakat.
Dalam konferensi pers, ia mengaitkan pentingnya gerakan tersebut dengan meningkatnya perhatian terhadap kondisi kesehatan mental, khususnya pada anak-anak.
“Hari ini kita bangga dan bersyukur, terima kasih Fakultas Kedokteran UI, Kementerian Pemberdayaan Masyarakat dan semua aktivis para pekerja sosial, para pendamping berkumpul bersama-sama untuk mencari jalan keluar dari problematika psikososial, terutama kita terpukul dan nampak sangat sedih fenomena bunuh diri anak yang terjadi beberapa waktu terakhir dulu,” kata Menko Muhaimin usai mengikuti Dialog Solidaritas dan Partisipasi Publik: Meningkatkan Ketahanan Psikososial sebagai Fondasi Pemberdayaan Masyarakat di Jakarta, pada Jumat (27/2)..
Lebih lanjut, ia memandang kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, komunitas, dan relawan menjadi kunci penanganan masalah psikososial di masyarakat.
Dukungan lintas sektor diperlukan agar pendampingan dapat menjangkau lingkungan sekolah hingga komunitas.
“Kita akan terus bangun-bangun, terutama yang punya pengalaman di dalam pendampingan bahkan Fakultas Kedokteran UI juga siap menjadi peragian integral untuk bersambung dengan seluruh lembaga-lembaga, NGO, lembaga kemasyarakatan, aktivis, para volunteer, sukarelawan untuk membangun semangat bahu-bahu bergotong royong, membangun ketahanan sosial untuk menciptakan kebersamaan dalam mewujudkan ketangguhan anak dan masyarakat dari gangguan dan kesehatan mental,” ujar Menko PM.
Ia juga menaruh perhatian khusus pada inisiatif masyarakat berupa gerakan berbagi cerita dan konseling sebaya.
“Salah satunya, saya tadi mendengar akan ada gerakan Ayo Cerita itu inisiatif yang sangat bagus, saya juga siap terus membackup teman-teman yang sudah bekerja bertahun-tahun dalam melakukan pendampingan psikososial di berbagai level, sekolah, komunitas, masyarakat saya siap untuk membackup mereka penuh sehingga kinerjanya semakin produktif,” ucap Menko Muhaimin.
Program Ayo Cerita diproyeksikan menjadi ruang aman bagi masyarakat, terutama anak dan remaja, untuk menyampaikan persoalan psikologis tanpa stigma.
Pemerintah menilai pendekatan komunitas dan relawan dapat membantu memperluas akses pendampingan kesehatan mental di luar layanan formal.