• EKSEKUTIF

Kemenko PM dan Alumni UT Teken MoU untuk Program Pemberdayaan Masyarakat

Vaza Diva Fadhilah Akbar | Kamis, 09 Apr 2026 14:34 WIB
Kemenko PM dan Alumni UT Teken MoU untuk Program Pemberdayaan Masyarakat Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, A. Muhaimin Iskandar melakukan penandatangan MoU dengan Univeritas Terbuka pada kamis di Bogor (Foto: Vaza/Indonesiainfo.id)

Bogor, Indonesiainfo.id - Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Ikatan Alumni Universitas Terbuka (IKA UT).

Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung dalam acara Rapat Kerja Nasional dan Seminar Nasional IKA UT di Bogor, pada Kamis (9/4).

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, A. Muhaimin Iskandar, menilai jumlah alumni Universitas Terbuka yang mencapai 2,3 juta orang merupakan aset besar bagi transformasi bangsa.

Menurutnya, jejaring alumni yang tersebar hingga ke pelosok daerah dan luar negeri adalah kekuatan nyata untuk memajukan ekonomi nasional.

"Saya yakin dengan jumlah alumni Universitas Terbuka yang tersebar di seluruh tanah air, bahkan di berbagai belahan negara lain, kita menjadikan kekuatan alumni UT sebagai kekuatan yang bersama-sama untuk terlibat dalam memajukan kehidupan bangsa dan negara kita," ujar Menko Muhaimin.

Dalam forum tersebut, Muhaimin menguraikan tantangan ekonomi global yang berdampak pada meningkatnya jumlah penduduk rentan miskin serta tekanan terhadap kelas menengah.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo tengah memacu transformasi besar-besaran untuk mewujudkan kemandirian bangsa.

Muhaimin mematok target ambisius dalam penanganan masalah sosial di Indonesia. Ia memproyeksikan angka kemiskinan ekstrem harus mencapai titik nol pada tahun ini.

"Tahun ini kemiskinan ekstrem yang masih hampir 3 juta harus sampai di 0 persen. Kemiskinan relatif yang terus kita kerjakan untuk kita atasi tahun di 2029 tidak boleh lebih dari 5 persen," kata Menko Muhaimin.

Menko PM menyebut pendidikan sebagai instrumen fundamental dalam menyelesaikan persoalan struktural dan kemiskinan.

"Salah satu cara yang paling fundamental dalam mengatasi seluruh problem itu adalah pendidikan, bahkan pendidikan adalah pemutus mata rantai kemiskinan yang paling utama. UT hadir berarti negara hadir," kata Menko Muhaimin.

Ia juga mengajak para alumni untuk terlibat aktif dalam mendukung program hilirisasi industri yang sedang dijalankan pemerintah.

Baginya, kemajuan industri harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat agar warga tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku pembangunan yang produktif.

"Saya mengajak seluruh alumni Universitas Terbuka untuk bersama-sama menyongsong hilirisasi industri dan produk-produk sumberdayaan kita benar-benar menjadi bagian dari transformasi yang sesungguhnya," ucap Menko Muhaimin.