• LEGISLATIF

Komisi XIII Desak Pemerintah Serius Berantas Sindikat Judol

Vaza Diva Fadhilah Akbar | Senin, 18 Mei 2026 13:30 WIB
Komisi XIII Desak Pemerintah Serius Berantas Sindikat Judol Ilustrasi - situs judi online (Foto: Dok. Ist)

Jakarta, Indonesiainfo.id – Anggota Komisi XIII DPR RI, Meity Rahmatia mendesak pemerintah mengambil langkah lebih tegas dalam memberantas sindikat kejahatan transnasional yang beroperasi di Indonesia, menyusul penggerebekan markas judi online di kawasan Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta Barat.

Dalam operasi tersebut, Bareskrim Polri menangkap 320 warga negara asing yang diduga terlibat jaringan judi online internasional. Mereka terdiri atas 228 warga Vietnam, 57 warga China, 13 warga Myanmar, 11 warga Laos, lima warga Thailand, serta masing-masing tiga warga Malaysia dan Kamboja.

“Kehadiran para sindikat judi, penipuan online, ditambah narkoba, secara pelan-pelan akan menjadikan Indonesia sebagai sarang kejahatan internasional, yang tidak hanya mencari keuntungan ekonomi, tapi juga merusak generasi bangsa,” ujar Meity dalam keterangannya, dikutip Senin (18/5).

Politikus PKS itu menduga para pelaku merupakan bagian dari sindikat yang sebelumnya beroperasi di kawasan perbatasan negara-negara Indochina seperti Kamboja, Vietnam, Laos, Thailand, dan Myanmar.

Menurut Meity, perpindahan operasi mereka ke Indonesia dipicu situasi yang semakin tidak aman di kawasan tersebut akibat operasi pemberantasan yang dilakukan pemerintah China, serta konflik yang melibatkan sejumlah negara di kawasan.

Dia menilai pengungkapan sindikat transnasional di Jakarta maupun kasus serupa yang dibongkar Direktorat Jenderal Imigrasi di Batam menjadi alarm serius bagi keamanan nasional.

Karena itu, Meity meminta pemerintah melakukan operasi terkoordinasi secara sistematis, tidak hanya di Jakarta tetapi juga hingga ke berbagai daerah.

“Aktivitas mereka sangat mengancam stabilitas negara. Kok bisa ada orang asing beraktivitas dan berkumpul untuk melakukan kejahatan di negara kita secara rutin, dalam jumlah besar pula. Dalam konteks keamanan negara, realitas ini sangat mengancam. Dan artinya pula, aktivitas ini melibatkan dukungan oknum yang memiliki akses dari dalam. Pemerintah harus serius,” tegasnya.

Meity juga mengingatkan bahwa keberadaan sindikat internasional tersebut berpotensi menimbulkan stigma negatif terhadap Indonesia di mata dunia internasional.

Menurut dia, Indonesia bisa dipandang sebagai negara yang lemah dalam mengawasi keamanan dan tidak mampu mengendalikan ancaman lintas negara apabila persoalan itu tidak segera ditangani secara serius.

“Sebagai negara yang diperhitungkan di Asia, apalagi Asia Tenggara, Indonesia tak boleh mendapat stigma tersebut. Mereka harus diperangi, termasuk membongkar dalang-dalang dari dalam,” pungkasnya.