• DAERAH

Dituding Pengkhianat Reformasi, Wamen HAM Digeruduk Mahasiswa Saat Dialog

Vaza Diva Fadhilah Akbar | Selasa, 23 Jun 2026 17:41 WIB
Dituding Pengkhianat Reformasi, Wamen HAM Digeruduk Mahasiswa Saat Dialog Mahasiswa membawa spanduk bertuliskan `Usir Mugiyanto, Penghianat Reformasi` saat melakukan aksi protes ke Wamen Ham Mugiyanto di Universitas Mulawarman (Foto: Tangkapan Layar Instagram/aksikamisankaltim)

Samarinda, Indonesiainfo.id - Kunjungan Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM) RI, Mugiyanto Sipin, di Universitas Mulawarman (Unmul) berujung ricuh.

Sejumlah mahasiswa menggelar aksi protes spontan saat Mugiyanto hendak melaksanakan agenda Dialog di GOR 27 September pada Selasa (23/6).

Di tengah berjalannya forum, para mahasiswa tiba-tiba merangsek masuk sambil membawa foto-foto aktivis reformasi 1998 yang hingga kini belum ditemukan.

Situasi yang mendadak tidak kondusif ini memaksa Wamen HAM untuk menghentikan bicaranya sejenak demi menenangkan massa.

"Kawan-kawan aktivis yang saya banggakan, ini mahasiswa dari mana? Ini dari massa aksi Kamisan ya," tanya Mugiyanto mencoba membuka ruang komunikasi.

Namun, pertanyaan tersebut tidak dihiraukan. Massa aksi tetap melanjutkan protes dan meneriakkan yel-yel perlawanan tanpa memedulikan ajakan dialog dari Wamen HAM.

"Hidup mahasiswa, hidup rakyat Indonesia," ucap salah seorang mahasiswa di lokasi kejadian.

Selain membawa foto aktivis, para mahasiswa juga membentangkan spanduk besar di sekitar area kegiatan yang bertuliskan kalimat menohok.

"Usir Mugiyanto, Pengkhianat Reformasi."

Aksi protes terbuka di dalam lingkungan kampus ini langsung menyita perhatian publik serta ratusan peserta forum yang hadir.

Mahasiswa menilai kehadiran mantan aktivis tersebut di dalam lingkaran kekuasaan bertolak belakang dengan penyelesaian kasus pelanggaran HAM masa lalu yang hingga kini masih menjadi persoalan krusial di Indonesia.

Profil Singkat Wamen HAM RI

Mugiyanto Sipin merupakan Wakil Menteri Hak Asasi Manusia RI sekaligus alumni Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada yang dikenal sebagai salah satu potret aktivis 1998.

Ia memiliki rekam jejak kelam sebagai penyintas sekaligus korban penculikan dan penghilangan paksa oleh Tim Mawar menjelang kejatuhan Orde Baru saat aktif di organisasi SMID/PRD.

Pasca-Reformasi, Mugiyanto mendedikasikan diri sebagai Ketua Umum IKOHI (Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia) selama periode 2000 hingga 2014 untuk memperjuangkan keadilan bagi para korban dan keluarga aktivis yang hilang.

Sebelum akhirnya dipercaya menjabat sebagai Wamen HAM, ia bertransformasi masuk ke dalam lingkaran pemerintahan dengan menjabat sebagai Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Presiden (KSP) guna mengawal isu-isu strategis terkait hak asasi manusia dan sosial.