• EKSEKUTIF

Alasan Kemendikbud Ristek Terus Kembangkan Kamus Besar Bahasa Indonesia

Agus Mughni Muttaqin | Selasa, 17 Sep 2024 19:30 WIB
Alasan Kemendikbud Ristek Terus Kembangkan Kamus Besar Bahasa Indonesia Kemendikbud RIstek gelar Diseminasi Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Kemitraan dengan Komisi X DPR RI (Foto: Humas Kemendikbud Ristek)

Indonesiainfo.id - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) melalui Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra (Pusbanglin) Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) terus mengembangkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Melalui Diseminasi KBBI Kemitraan dengan Komisi X DPR RI, Badan Bahasa Kemendikbud Ristek berupaya untuk memastikan bahwa bahasa Indonesia tetap menjadi komunikasi, pendidikan, dan ekspresi budaya yang kuat di Indonesia.

Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra (Pusbanglin), Imam Budi Utomo, menekankan pentingnya pengembangan KBBI karena merupakan sumber daya pendidikan yang sangat berharga bagi siswa, pendidik, dan peneliti, yang menyediakan referensi yang otoritatif bagi mereka untuk memahami kosakata bahasa Indonesia yang terus berkembang.

Selain itu, KBBI juga dapat meningkatkan komunikasi di antara penutur bahasa Indonesia, sehingga memungkinkan percakapan yang lebih tepat dan ekspresif. Menurut Imam, kekayaan bahasa Indonesia harus tetap terpelihara dan dikembangkan dengan menggabungkan kata-kata dan ungkapan baru yang muncul dari berbagai ranah kehidupan, termasuk teknologi, sains, dan budaya populer.

“Sebab, bahasa Indonesia secara resmi telah ditetapkan sebagai bahasa resmi ke-10 dalam Sidang Umum UNESCO. Oleh karena itu, sebagai bahasa internasional, kosakatanya harus kaya,” kata Imam di Jakarta, Selasa (17/9).

Adapun perkembangan entri KBBI sejak pertama kali pada tahun 1988 sebanyak 62 ribu entri, KBBI II  tahun 1991 sebanyak 72 ribu entri, KBBI III tahun 2001 sebanyak 78 ribu entri, KBBI IV tahun 2008 sebanyak 90 ribu entri, KBBI V tahun 2016 sebanyak 112 ribu entri, KBBI VI tahun 2023 sebanyak 120 ribu entri, serta KBBI tahun 2024 ditargetkan sebanyak 200 ribu entri. “Semoga tahun ini tercapai,” harapnya.

Selain memperbarui KBBI, Badan Bahasa juga fokus pada internasionalisasi bahasa Indonesia, literasi kebahasaan, dan pelindungan bahasa. Melalui Duta Bahasa dan kerja sama dengan komunitas sastra, Badan Bahasa melibatkan generasi muda dalam upaya ini. "Ribuan Duta Bahasa sudah aktif di seluruh provinsi, berperan penting dalam mempromosikan bahasa dan sastra," kata Imam.

Anggota Komisi X DPR RI, Putra Nababan, mendorong generasi muda untuk lebih terlibat dalam pengembangan bahasa Indonesia. "Bahasa Indonesia adalah bagian dari identitas kita. Keterlibatan aktif dari generasi muda sangat penting untuk mengembangkan dan melestarikan bahasa ini," ujar Putra.

Sementara itu, Mahasiswa Universitas Indraprasta, Cici, mengajak untuk lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia di berbagai kesempatan. "Generasi muda harus memimpin dalam melestarikan bahasa Indonesia," tuturnya.

Mahasiswa Universitas Bung Karno, Tyzar, juga menekankan pentingnya penggunaan bahasa Indonesia yang baik, terutama di era digital. "Penggunaan bahasa Indonesia yang benar di media sosial dapat membantu dalam pelestarian bahasa," ujarnya.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan bahasa Indonesia dapat terus berkembang dan mencerminkan identitas budaya nasional secara global.