• EKSEKUTIF

Serentak, Bulog Salurkan Cadangan Beras untuk 21,3 Juta KPM

| Kamis, 06 Apr 2023 12:22 WIB
Serentak, Bulog Salurkan Cadangan Beras untuk 21,3 Juta KPM Perusahaan Umum (Perum) Bulog meluncurkan secara serentak penyaluran cadangan beras pemerintah (CBP) untuk bantuan pangan beras di Perum Bulog Kanwil DKI Jakarta dan Banten, Jakarta, Kamis (6/4).

Jakarta, Indonesiainfo.id- Perusahaan Umum (Perum) Bulog melakukan seremonial peluncuran secara serentak penyaluran cadangan beras pemerintah (CBP) untuk bantuan pangan beras di Perum Bulog Kanwil DKI Jakarta dan Banten, Jakarta, Kamis (6/4).

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso (Buwas) menuturkan, bantuan beras ini dikhususkan untuk menangani kerawanan pangan, kemiskinan, stunting, gizi buruk, keadaan darurat serta mengendalikan harga pangan di tingkat produsen dan konsumen. 

"Dengan demikian, program ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang optimal bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia dan mendukung penguatan ketahan pangan nasional," tutur Buwas kepada awak media.

Perum Bulog kali ini menyediakan beras untuk dialokasikan selama tiga bulan yang sudah dilaksanakan sejak Maret 2023. Bantuan ini akan menyasar 21,3 juta masyarakat atau keluarga penerima manfaat (KPM).

"Pengalokasian tersebut telah disiapkan untuk penyaluran beras kepada 21,3 juta masyarakat penerima bantuan pangan sesuai dengan data yang diterima dari Kementerian Sosial (Kemensos)," tutur Buwas.

Pagu yang ditetapkan untuk penerima bantuan ini sebanyak 10 kg beras per bulannya. Dengan demikian, pendistribusian beras per bulannya dibutuhkan 213.530 ton atau 640.990 ton untuk tiga bulan.

Dalam penyaluran bantuan beras ini, Perum Bulog dibantu oleh tiga transporter atau perusahaan logistik yaitu PT Pos Indonesia, DNR Corporation dan PT Jasa Prima Logistik (JPL).

"Jadi, kenapa kita ini ada tiga penyalurannya? karena supaya mudah dan terkendali, dan kita berharap banyak kecepatan dan ketepatan. Jadi, nanti tidak lagi ada beras ini terlambat nanti diterima oleh penerima apalagi salah sasaran," ucap Buwas.

Beras yang disalurkan ini akan dilakukan pengecekan kondisi kualitas dan kuntitasnya sebelum diserahterimakan menggunakan kemasan 10 kg yang. Dia juga akan berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan transportasi yang ditunjuk.

"Rata-rata beras yang kita salurkan ini adalah beras premium. Sekarang Bulog berasnya semua adalah beras kualitas dan baru. Kalau ada penyaluran beras lama pasti bukan dari Bulog," imbuh dia.