Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo.
Jakarta, Indonesiainfo.id - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Hasto Wardoyo mengatakan, kekurangan vitamin D masih banyak ditemukan pada ibu hamil di Indonesia.
“Di negara tropis tapi mayoritas kekurangan vitamin D. Sebab jarang berjemur secara langsung. Meskipun terkena matahari tapi tertutup hijab, atau helm, atau topi,” ujar Hasto.
Hal tersebut disampaikan Hasto dalam Peluncuran Buku Menu Bergizi Dashat Nusantara (Bagi Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Anak Baduta) di 13 provinsi, yang digelar di BKKBN, Senin (7/8/23).
Hasto menuturkan, vitamin D penting untuk plesentasi atau menempelnya plasenta ke dalam rahim yang dapat mempengaruhi nutrisi berjalan dengan baik kepada bayi, sehingga ia bisa tumbuh dengan baik.
“Vitamin D diperlukan untuk plasentasi. Artinya bayi itu punya akar dan akarnya itu nancap dalam rahim. Tapi, akar-akarnya yang di rahim itu sering tidak sukses sehingga plasentanya kurang tebal, tidak subur jadi plasentanya tipis. Plasenta tipis itu salah satu sebabnya kerena ibunya kekurangan vitamin D, kemudian ibunya juga sering anemia,” tutur Hasto.
Hasto juga menyebutkan masih kurangnya kesadaran para ibu hamil untuk menyiapkan diri, memeriksa dan mencukupi vitamin D.
“Kita tahu bahwa vitamin D itu untuk ibu hamil tapi jarang sekali orang menyiapkan diri untuk meriksa vitamin D untuk ibu hamil,” terang Hasto.
“Harusnya sebelum hamil mengonsusmsi vitamin D itu. Periksa HB, periksa kadar vitamin D,” imbuh dia.
Untuk diketahui, bagi ibu hamil, vitamin D berguna menunjang pertumbuhan tulang bayi dalam kandungan. Artinya, kekurangan vitamin D dapat memberikan dampak negatif pada tulang, sehingga nantinya tidak tumbuh secara maksimal.