• EKSEKUTIF

Bonus Demografi, Menaker Tekankan Pentingnya Penguatan Kompetensi SDM

Eko Budhiarto | Rabu, 30 Agu 2023 10:30 WIB
Bonus Demografi, Menaker Tekankan Pentingnya Penguatan Kompetensi SDM Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah. (Foto: Biro Humas Kemnaker)

Malang, Indonesiainfo.id - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menekankan pentingnya penguatan kompetensi SDM, karena Indonesia tengah mengalami tantangan sekaligus peluang yang bernama bonus demografi.

Menurut Menaker Ida, jika Indonesia mampu memanfaatkan bonus demografi maka perekonomian nasional akan tumbuh dengan pesat. Sebaliknya, jika tidak dikelola dengan baik akan menjadi beban dan masalah sosial bagi Indonesia.

Karenanya, Menaker Ida mengajak Serikat Pekerja/Serikat Buruh dan perusahaan, termasuk yang ada di Malang Raya untuk bersama-sama dengan pemerintah melakukan penguatan kompetensi SDM Indonesia melalui pelatihan vokasi.

"Ayo kita concern kepada isu kompetensi. Sebenarnya perlindungan yang baik itu adalah perlindungan yang memastikan bahwa pekerja itu memiliki kompetensi, mengikuti perkembangan zaman. Jika membutuhkan upskilling, dan skilling perusahaan terbuka, dan kita bisa menyerap tenaga kerja melalui penguatan kompetensi," ucap Menaker di Malang, Jawa Timur, Selasa (29/8/2023) malam.

Dalam upaya memperkuat kompetensi SDM, pemerintah memiliki balai pelatihan vokasi, baik miliki Kemnaker, provinsi, atau pun kabupaten/kota yang bisa dimanfaatkan oleh Serikat Pekerja/Serikat Buruh.

"Dan Kementerian Ketenagakerjaan dalam konteks penguatan kompetensi ini kami jemput bola melalui pembangunan Balai Latihan Kerja Komunitas, jadi pelatihan yang mendekat kepada komunitas," ucapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, hingga akhir tahun 2022, Kemnaker telah membangun 3.757 BLK Komunitas di seluruh Indonesia dengan kapasitas peserta pelatihan sebanyak 225.420 orang. Dari jumlah tersebut BLK Komunitas yang terbanyak berbasis pesantren.

Ia menyebut kebijakan penguatan kompetensi di pesantren sebagai upaya mengatasi kesenjangan kompetensi kerja antara para santri dengan lulusan pendidikan non-pesantren.