• EKSEKUTIF

Sri Mulyani: Reformasi adalah DNA Kementerian Keuangan

Syafira | Senin, 30 Okt 2023 16:24 WIB
Sri Mulyani: Reformasi adalah DNA Kementerian Keuangan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. (Foto Humas Kemenkeu)

Jakarta, Indonesiainfo.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meminta para jajarannya agar terus meningkatkan kemampuan dalam mengelola keuangan negara serta menjawab tantangan-tantangan zaman yang terus berubah.

Reformasi adalah DNA Kementerian Keuangan. Dengan terus mereformasi, kita terus memperbaiki diri,” kata Sri Mulyani dikutip dari laman Kemenkeu pada Senin (30/10).

Sri Mulyani mengatakan, reformasi birokrasi adalah fondasi penting bagi tercapainya visi Indonesia Maju tahun 2045. Jajaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) harus terus mengevaluasi diri dalam rangka upaya peningkatan pelayanan publik. Ini tidak hanya bagi yang melakukan pelayanan secara langsung kepada pihak eksternal, namun seluruh struktur organisasi dan SDM Kemenkeu seharusnya relevan untuk meningkatkan kinerjanya.

“Kinerja dan perilaku Kementerian Keuangan harus terus diperbaiki, ditingkatkan, tidak mengkhianati amanat yang diberikan. Transformasi pelayanan publik yang terus kita lakukan dengan tema kemudahan, kepastian, kecepatan, keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat, tidak memilah dan tidak memilih,” katanya.

Menkeu menyebut bahwa transformasi perbaikan layanan ditujukan untuk memberikan kemudahan, kecepatan, kepastian, dan keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat dalam mengakses dan menikmati layanan.

Kemenkeu, kata Sri Mulyani, adalah garda terdepan dalam pengelolaan keuangan negara. Para jajaran harus menyadari betul akan tanggung jawab besar yang diemban bahwa tidak hanya tentang mengelola anggaran negara, tetapi juga tentang bagaimana Kemenkeu dapat memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat, yang pada akhirnya akan memajukan kesejahteraan rakyat.

“Mari kita terus meningkatkan berbagai pelayanan yang kita miliki, melakukan inovasi, karena hidup kita saat ini adalah berbarengan dengan perubahan teknologi yang begitu cepat. Teknologi-teknologi yang akan terus mengubah bagaimana masyarakat berinteraksi, bagaimana ekonomi akan berkembang, dan bagaimana institusi seperti Kemenkeu harus meresponsnya,” katanya.