• EKSEKUTIF

Gagasan RI Atasi Masalah Air Dunia, Usulkan Hari Danau

M. Habib Saifullah | Selasa, 21 Mei 2024 12:27 WIB
Gagasan RI Atasi Masalah Air Dunia, Usulkan Hari Danau Presiden Joko Widodo (Jokowi)

INDONESIAINFO - Indonesia menawarkan beberapa gagasan guna mengatasi problematika air di dunia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan gagasan tersebut dalam World Water Forum ke-10 (WWF) di Bali.

"Pertama meningkatkan prinsip solidaritas dan inklusivitas untuk mencapai tujuan bersama, terutama bagi negara-negara pulau kecil dan yang mengalami kelangkaan air," kata Jokowi, seperti dikutip dari laman resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia (Setkab), Senin (20/5/2024).

Kemudian Presiden juga menekankan pemberdayaan hydro diplomacy untuk kerja sama konkret dan inovatif. Di samping itu, juga menjauhi persaingan dalam pengelolaa sumber daya air lintas batas.

"Ketiga, memperkuat political leadership sebagai kunci sukses berbagai kerja sama menuju ketahanan air berkelanjutan," ujar Presiden.

Sementara itu, dalam forum yang sama, Indonesia mengangkat empat inisiatif bari. Yakni dengan penetapan World Lake Day, pendirian Center of Excellence di Asia Pasifik, membangun tata kelola air berkelanjutan di negara pulau kecil dan penggalangan proyek-proyek air.

Selain itu, Presiden mengatakan, Indonesia telah memperkuat infrastruktur air dalam 10 tahun terakhir. Penguatan ini meliputi pembangunan 42 bendungan, 1,18 juta hektare jaringan irigasi, 2.156 pengendali banjir dan pengamanan pantai, serta rehabilitasi 4,3 juta hektare jaringan irigasi.

"Air juga kami manfaatkan untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung di Waduk Cirata, sebagai PLTS terapung terbesar di Asia Tenggara," ujar Presiden.

Oleh karenanya, peran air sangat esensial bagi kehidupan manusia dan perlu perhatian khusus dalam pengelolaannya. Sebagaimana pernyataan yang disampaikan oleh Presiden saat membuka sesi Pertemuan Tingkat Tinggi Forum Air Sedunia atau WWF ke-10 di Bali.

"Too much water maupun too little water, keduanya dapat menjadi masalah bagi dunia," kata Jokowi.

 

Keywords :