• BUMN

Di Titik Ini, Peran Penting PGN Kuatkan Ketahanan Energi

Pamudji | Minggu, 26 Mei 2024 16:44 WIB
Di Titik Ini, Peran Penting PGN Kuatkan Ketahanan Energi Ilustrasi jaringan gas PGN

INDONESIAINFO - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyebutkan PT PGN Tbk dan infrastruktur gas bumi memiliki peran penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional pada masa transisi energi.

Head of Oil and Gas Comercialization Division SKK Migas Rayendra Siddik dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (26/5/2024), mengatakan, agar perkembangan pasar gas bumi semakin meningkat, maka dukungan PGN dibutuhkan. Dukungan ini untuk memperluas pasar agar gas terserap lebih banyak.

"Setelah infrastruktur gas bumi tersedia, PGN bisa membawa gas bumi dari Jawa Timur ke Jawa Barat yang sangat membutuhkan gas. Peran PGN juga diperlukan dalam percepatan infrastruktur WNTS-Pemping untuk membawa gas dari Natuna ke pasar domestik," ujarnya dalam sesi Energy & Economic Outlook Gasfest 2024.

Direktur Logistik & infrastruktur Pertamina Alfian Nasution juga berharap PGN sebagai Subholding Gas Pertamina dapat meningkatkan kontribusi melalui pengembangan jargas rumah tangga. Hal ini juga akan mengurangi impor LPG serta kerja sama dengan subholding lain untuk ketahanan energi.

Peran gas juga menjadi tantangan bagi Pertamina pada masa transisi sekaligus mengisi strategi low carbon Pertamina.

Beberapa pembangkit di refinery atau upstream dicanangkan akan menggunakan gas, sehingga PGN punya peran utama untuk ketersediaan gasnya.

"Energi fosil akan mencapai puncak pada 2030, diprediksikan NRE seperti matahari, angin, dan biofuel akan memiliki 40-45 persen dari total kebutuhan energi. Meski demikian, kebutuhan gas tetap meningkat, sehingga menjadi potensi besar bagi PGN dalam menggarap transisi energi," ujar Alfian.

Direktur Utama PGN Arief Setiawan Handoko mengatakan dukungan dari berbagai pihak tersebut menambah masukan yang berarti bagi PGN.

Apalagi, sebagai antisipasi perkembangan makro dan global terkait energi fosil utamanya gas pada masa transisi saat ini.

"Untuk itu, kami berkomitmen untuk menyambungkan infrastruktur. Wilayah timur sama sekali tidak ada pipeline, sehingga harus ada model lain yakni beyond pipeline. PGN akan senantiasa menjalankan penyaluran gas dan menjaga reability," jelas Arief.