Mendagri Muhammad Tito Karnavian (Kanan) dan Menkes Budi Gunadi Sadikin (kiri) dalam Rapat Penanggulangan Tuberculosis (Foto: Kemendagri)
INDONESIAINFO.ID - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengatakan, 75 persen pasien Tuberculosis (TB) berada dalam usia produktif dan sekitar 45 persen nya masih belum bekerja.
Kondisi tersebut tentu sangat memprihatinkan, terlebih Indonesia akan mengalami bonus demografi yang ditandai dengan dominasi penduduk usia produktif.
“Kalau seandainya mereka tidak sehat, kurang terdidik, tidak sehat, maka otomatis bukan menjadi bonus tapi bencana demografi karena mereka menjadi beban,” ujar Mendagri di Jakarta, Senin (10/6/2024).
Untuk itu, Mendagri mendorong pemerintah daerah (Pemda) membentuk tim penanganan TB, karena hal ini merupakan salah satu persoalan kesehatan serius yang harus segera ditangani.
“Segera membuat tim penanganan TB daerah, itu penting, harus ada dulu kendaraannya," kata Menteri Tito.
Mendagri mengatakan, penanganan TB dapat belajar dari pengalaman pemerintah dalam menangani Covid-19. Menurutnya, penanganan pandemi menjadi pengalaman manajemen mitigasi yang luar biasa bagi banyak pihak termasuk Pemda.
“Kalau kita lakukan bersama-sama dan dilakukan secara reguler, monitoring, minimal sebulan sekali, maka kita saya yakin nanti semua daerah kita akan lihat daerah mana yang bisa menekan mana yang tidak,” ujar dia.
Lebih lanjut Mendagri menuturkan, pihaknya bersama Menteri Kesehatan (Menkes) akan membuat surat edaran untuk memandu kepala daerah dalam membentuk tim penanganan TB.
Surat tersebut berisi mengenai langkah-langkah teknis yang perlu dilakukan oleh kepala daerah seperti mendeteksi penderita. Surat ini juga menjadi dasar kepala daerah dalam mengalokasikan pembiayaan tim melalui APBD ataupun pos anggaran lain.
“Mungkin bisa nanti sesegera mungkin dari tim Kemenkes dan tim Kemendagri ada Sekjen di sini segera koordinasi dengan Sekjen Beliau (Menkes), untuk membuat surat edaran itu tentang pembentukan tim Satgas,” ujar Mendagri.