• EKSEKUTIF

Wamenkes Minta SKI Jadi Dasar Kebijakan Kesehatan

M. Habib Saifullah | Kamis, 13 Jun 2024 05:55 WIB
Wamenkes Minta SKI Jadi Dasar Kebijakan Kesehatan Wamenkes Dante Saksono Harbuwono (kanan) dalam Diseminasi Hasil Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, SKI bisa menjadi dasar kebijakan kesehatan (Foto: Kemenkes)

INDONESIAINFO.ID - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengatakan, Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 jangan hanya menjadi laporan status kesehatan masyarakat, tetapi harus menjadi dasar dalam kebijakan kesehatan.

“Karena tujuan SKI adalah menilai capaian hasil pembangunan kesehatan selama lima tahun terakhir di Indonesia serta mengukur tren status gizi balita dari tahun 2019 hingga tahun 2024," ujar Wamenkes di Jakarta, Rabu (12/6/2024).

"Data kesehatan ini diharapkan dapat digunakan dalam rangka menyusun kebijakan kesehatan,” kata dia.

Sebelum terintegrasi dalam SKI terdapat dua survei besar di bidang kesehatan, yaitu Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang terakhir kali dilaksanakan pada 2018 dan Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGI) pada 2022.

“Jadi, survei ini menyatukan SSGI dan Riskesdas ke dalam bentuk satu survei yang terintegrasi,” ujar Wamenkes.

Belajar dari pandemi COVID-19, Wamenkes mengatakan, pentingnya data dalam penyusunan kebijakann. Dengan adanya data kesehatan yang akurat maka akan sangat menentukan kebijakan yang paling efektif untuk mencapai target kesehatan nasional.

Meskipun terdapat perbedaan dalam menyikapi hasil survei, data SKI menurutnya, dapat digunakan untuk beragam keperluan, seperti bahan kebijakan program, dasar arah pembangunan kesehatan yang berbasis bukti dan perencanaan pembangunan kesehatan.

“Perbedaan menyikapi hasil survei adalah suatu hal yang wajar," kata Wamenkes.

Lebih lanjut, Wamenkes menyampaikan, terdapat dua jenis data yang dapat digunakan pada SKI 2024, yaitu data yang bersumber dari pelaporan atau data rutin, seperti data yang dilaporkan ke dinas kesehatan, data pasien rumah sakit, dan data pengguna BPJS Kesehatan.

Kemudian data yang bersumber dari survei, seperti data dari Riskesdas, SSGI, atau SKI. Data survei ini lebih ditujukan untuk mengukur dampak kesehatan, seperti prevalensi stunting.

“Kedua jenis data ini memiliki peran yang saling melengkapi dan mendukung serta dibutuhkan untuk mengukur capaian program kesehatan di Indonesia,” ujar Wamenkes.

Selanjutnya, Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Liza Munira mengatakan, SKI 2023 menghasilkan beragam data dasar kesehatan yang komprehensif.

Dalam SKI 2023 mencakup data penyakit menular, penyakit tidak menular, kesehatan jiwa, disabilitas, kesehatan ibu dan anak, biomedis, kesehatan lingkungan, akses pelayanan kesehatan, farmasi dan pengobatan tradisional, pengetahuan dan perilaku kesehatan, hingga status gizi.

“Pada Tahun 2023, Kementerian Kesehatan melaksanakan survei Kesehatan Indonesia di 514 kabupaten/kota dan 38 provinsi, berkolaborasi dengan Badan Pusat Statistik, Setwapres, Kemendagri, dan Kemenko PMK serta pemerintah daerah,” ujar Liza.