• NEWS

66 Ribu Lebih Jemaah Haji Telah Kembali ke Tanah Air

M. Habib Saifullah | Senin, 01 Jul 2024 19:13 WIB
66 Ribu Lebih Jemaah Haji Telah Kembali ke Tanah Air Ilustrasi Pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air (Foto: API)

INDONESIAINFO.ID - Sebanyak 66.611 jemaah haji dan petugas haji Indonesia telah diterbangkan ke Tanah Air, pada (30/6/2024) pukul 21.00 waktu Arab Saudi. Para jemaah tersebut tergabung dalam 169 kelompok terbang.

Kemudian per Hari ini, Senin (1/7/2024) terdapat 20 kelompok terbang, dengan jumlah jemaah haji sebanyak 7.708 orang, mereka telah dan akan diterbangkan ke Tanah Air.

Sedangkan jumlah jemaah haji yang wafat berdasarkan data dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) pukul 06.44 wib berjumlah 336 orang. Jemaah yang diberangkatkan dari Makkah ke Madinah berjumlah 1.525 orang tergabung dalam 4 kloter.

Anggota Media Center Kementerian Agama (Kemenag) Widi Dwinanda mengatakan, tim Sanitasi dan Food Security Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) di tempat katering dan pemondokan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebersihan lingkungan dan kualitas makanan jemaah haji.

"Inspeksi yang dilaksanakan meliputi pengamatan dan pemeriksaan langsung terhadap berbagai aspek lingkungan, seperti standar suhu, kualitas udara, pencahayaan ruangan, kebersihan lingkungan, dan pengolahan limbah,” ujar Widi di Jakarta.

"Tim Sanitasi dan Food Security memastikan ketersediaan air bersih, melakukan pengendalian vektor penyakit, dan mengelola limbah medis di lingkungan KKHI, pos kesehatan sektor, dan pos kesehatan satelit," ujar Widi, Senin (1/7/2024).

Pemeriksaan ini meliputi pengujian rasa, bau, tekstur, dan warna makanan. Uji organoleptik ini bertujuan mendeteksi adanya risiko kerusakan makanan sedini mungkin, sehingga dapat dicegah sebelum dikonsumsi oleh jemaah haji.

“Pemeriksaan ini dilakukan terhadap semua sampel makanan, baik menu reguler maupun menu lansia, yang dikirimkan oleh katering ke KKHI pada setiap waktu makan (pagi, siang, malam, selamat datang, dan selamat jalan)," ujar Widi.

Untuk kegiatan sanitasi, Widi mengatakan, tim melaksanakan kegiatan sanitasi melalui inspeksi dan intervensi kesehatan lingkungan di KKHI, katering, dan hotel/pemondokan jemaah.

Di KKHI, inspeksi dan intervensi kesehatan lingkungan fokus pada pengelolaan limbah medis dan pengendalian vektor dan binatang pembawa penyakit dan pemantauan limbah medis hingga pos kesehatan sektor dan pos kesehatan satelit.

“Di katering, tim juga melakukan IKL terhadap dapur katering penyedia makanan jemaah haji pada tahun ini. IKL dilakukan terhadap 57 dapur katering penyedia makanan jemaah haji,” kata Widi.

Widi mengatakan, target lainnya dari kegiatan IKL adalah 169 hotel/pemondokan jemaah haji. IKL terhadap hotel/pemondokan dilakukan untuk memastikan bahwa kondisi sanitasi dan kesehatan lingkungannya sesuai dengan standar yang berlaku.

"Setiap hari, tim Sanitasi dan Food Security memperbarui informasi cuaca harian yang meliputi suhu, kelembaban, dan kecepatan angin," ujar dia.

Widi mengatakan, PPIH kembali mengingatkan jemaah haji untuk mempertimbangan kapasitas koper bagasi dan tas tentengan yang akan dibawa ke pesawat dengan tidak membeli oleh-oleh atau belanja berlebihan.

"Jemaah dapat mengirim oleh-olehnya melalui jasa ekspedisi atau dapat membeli di Tanah Air," ujar Widi.