Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menjalin kerja sama dengan Norwegia (Foto: Dok. Jurnas/Ist)
INDONESIAINFO.ID - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjalin kerja sama dengan Norwegia, melalui Indonesia-Norway Bilateral Energy Consultation (INBEC).
Plt. Direktur Jenderal Migas Dadan Kusdiana mengatakan, kegiatan tersebut merupakan upaya Kementerian ESDM untuk mengembangkan potensi daerah, dalam menjawab tantangan transisi energi.
"Sejak Konsultasi Energi Bilateral terakhir pada tahun 2022, sektor energi secara internasional dan nasional telah berkembang untuk menjawab tantangan transisi energi," ujar Dadan di Jakarta, Senin (1/7/2024).
"Indonesia dengan langkah nasionalnya juga mengalami perkembangan dan kemajuan, baik pada sektor Energi Baru dan Terbarukan maupun pada sektor Migas," ujar dia.
Dadan mengatakan, pada COP27, Indonesia telah mendeklarasikan Enhanced Nationally Defeded Contribution (E-NDC) dengan meningkatkan target penurunan emisi dari 29% menjadi 32%.
Kemudian, pada tahun 2023, pencapaian penurunan emisi sebesar 123,2 juta ton CO2e. Jumlah tersebut sudah melampaui target tahun ini sebesar 116 juta ton CO2e. Capaian tersebut sebagian besar diwujudkan melalui pengembangan energi baru dan terbarukan serta penerapan efisiensi energi.
"Di bidang energi, penurunan emisi akan dicapai melalui diversifikasi, konservasi, dan dekarbonisasi sektor energi yang lebih masif," kata Dadan.
Lebih lanjut, Dadan mengatakan, penggunaan biofuel dapat digunakan sebagai alternatif untuk menggantikan bahan bakar fosil di Indonesia.
Biofuel yang berasal dari energi terbarukan menghasilkan lebih sedikit emisi gas rumah kaca dibandingkan bahan bakar fosil. Hal ini dapat mengurangi impor bahan bakar dan menghemat devisa serta neraca perdagangan dan menjaga ketahanan energi.
"Penerapan biodiesel telah berjalan sukses selama lebih dari 17 tahun dan menjadikan Indonesia sebagai pionir dan pemimpin dalam pemanfaatan biodiesel. Mulai tanggal 1 Februari 2023 lalu, kami telah menerapkan B35 secara nasional," ujar Dadan.
Sebagai informasi, pemanfaatan Biodiesel pada tahun 2023 mencapai lebih dari 12,2 juta kL, memberikan manfaat ekonomi hingga 15,82 triliun rupiah dan diproyeksikan menghasilkan penghematan lebih dari Rp120 triliun rupiah.
Pada bidang minyak dan gas bumi, pemerintah mempunyai komitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca melalui pengembangan dan pemanfaatan Carbon Capture and Storage (CCS) dan Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS).
"Indonesia juga mempunyai potensi penyimpanan CO2 yang signifikan dengan total 577,6 Giga Ton, yang terdiri dari 4,8 Giga Ton Depleted Oil and Gas Reservoir dan 572,8 Giga Ton Saline Aquifer," kata Dadan.
"Potensi penyimpanan CO2 tersebut tersebar di beberapa wilayah di Indonesia, yakni di Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Papua," ujar Dadan.