• EKSEKUTIF

Presiden Jokowi Bersama Mentan Amran Tinjau Pompanisasi di Sulawesi

M. Habib Saifullah | Kamis, 04 Jul 2024 22:22 WIB
Presiden Jokowi Bersama Mentan Amran Tinjau Pompanisasi di Sulawesi Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat meninjau program pompanisasi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Foto: Dok. Humas Kementan)

INDONESIAINFO.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meninjau program pompanisasi di Desa Jaling, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Kamis (4/7/2024).

Ketua Kelompok Tani Lappo Batue, Amiruddin mengatakan, pertanian di era Presiden Jokowi dan Mentan Amran telah menunjukkan tanda-tanda swasembada dan juga lumbung pangan dunia.

Menurutnya, Presiden Jokowi dan Mentan Amran merupakan berkah untuk kemajuan pertanian di Kabupaten Bone. Keduanya dinilai telah mencapai target, terutama dalam memenuhi ketersediaan air.

Kemudian tersedianya benih dan pupuk yang sebelumnya hanya 50 persen, sebab Presiden Jokowi menyetujui usulan Mentan Amran dalam meningkatkan alokasi pupuk hingga 100 persen.

"Bagi kami, puang Amran ini berkah untuk petani di Kabupaten Bone dan kemajuan pertanian Indonesia," ujar Amiruddin.

Amiruddin mengatakan, pertanian di daerahnya disambut dengan optimis karena pemerintah selalu hadir disaat petani membutuhkan. Untuk saat ini saja, pemerintah sudah memenuhi semua kebutuhan petani sehingga masa tanam Juni-Juli.

"Kami menyambutnya dengan penuh rasa optimis. Target kami adalah bersama-sama pemerintah mewujudkan swasembada dan juga lumbung pangan dunia," kata Amiruddin.

Sebelumnya Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menggelar dialog langsung dengan para petani Bone terkait upaya pemerintah dalam memasifkan program pompanisasi.

Pompanisasi merupakan solusi cepat pemerintah dalam mengantisipasi kekeringan panjang akibat gelombang panas dunia. Program ini dinilai dapat meningkatkan indeks pertanaman dari yang tadinya satu kali menjadi tiga kali.

"Kunjungan Bapak (Jokowi) difokuskan pada program pompanisasi Kementan. Ini adalah salah satu langkah konkret pemerintah dalam mendukung para petani kita, terutama dalam mengatasi masalah pengairan akibat musim kering," ujar dia.

Sementara itu, sebaran pompa di Provinsi Sulawesi Selatan dari tahun 2019 hingga 2024 mencapai 5.230 unit. Sementara untuk Kabupaten Bone itu sendiri telah dialokasikan sebanyak 300 unit di tahun 2024.

Bantuan pompa tersebut akan digunakan untuk lahan sawah di Kabupaten Bone yang mencapai 119.278 hektare dengan Potensi sawah tadah hujan seluas 35.610 hektare.

"Sekali lagi program ini merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian yang mayoritas merupakan sawah tadah hujan," ujar dia.