• EKSEKUTIF

Kementerian PUPR: Ketahanan Pangan-Energi Termaktub dalam RAPBN 2025

M. Habib Saifullah | Senin, 19 Agu 2024 10:30 WIB
Kementerian PUPR: Ketahanan Pangan-Energi Termaktub dalam RAPBN 2025 Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mohammad Zainal Fatah usai menghadiri Konferensi Pers RAPBN 2025 (Foto: Dok. Humas Kementerian PUPR)

INDONESIAINFO.ID - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp75,63 triliun yang tertuang dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2025.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PUPR Mohammad Zainal Fatah mengatakan bahwa RAPBN 2025 tersebut akan digunakan utamanya untuk mendukung ketahanan pangan dan energi.

"Untuk bidang Sumber Daya Air tentu kami akan terus melanjutkan pembangunan bendungan, irigasi, baik pembangunan baru maupun peningkatan irigasi dengan total sebesar 17ribu hektare," Zainal dalam keterangannya, dikutip di Jakarta, Senin (19/8/2024).

Selain itu dikatakan Sekjen Zainal Fatah, untuk permukiman yang baik juga diperlukan pengendalian banjir baik di desa maupun perkotaan, serta pemenuhan prasarana air baku.

"Tentu yang terakhir untuk mengambil quick win dari tema ketahanan pangan kami juga akan melakukan cetak sawah untuk melengkapi bendungan dan irigasi yang sudah dibangun agar segera dapat dimanfaatkan," ujar dia.

Dalam hal konektivitas, Sekjen Zainal Fatah mengatakan, melalui Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR akan terus melanjutkan terutama pembangunan jalan nasional dari Aceh hingga Papua sepanjang 128,1 km.

"Kemudian kita juga melanjutkan konektivitas melalui pembangunan jalan bebas hambatan sepanjang 4,83 km tentunya jauh lebih kecil dari jalan nasional karena pada umumnya hanya dukungan konstruksi," kata Zainal.

"Untuk jalan dan jembatan tentu kita juga ingin memastikan jalan-jalan kita dapat dilalui dengan baik melalui kegiatan preservasi," ujar dia.

Sedangkan kegiatan-kegiatan yang menyasar lokasi di pedesaan yang menjadi salah satu misi di pemerintahan akan datang, Sekjen Zainal Fatah mengatakan melalui Ditjen Cipta Karya akan terus menambah penyediaan air minum di perdesaan lewat program Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (Pamsimas).

"Termasuk juga penyediaan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) tanpa meninggalkan kegiatan-kegiatan sanitasi di perkotaan. Kemudian melalui Ditjen Cipta Karya kami juga membangun kawasan-kawasan permukiman serta bangunan gedung sekolah dan madrasah yang ditugaskan," ujar Zainal Fatah.

Sementara di sektor perumahan dengan alokasi Rp4,53 triliun, Sekjen Zainal Fatah mengatakan akan terus melanjutkan dukungan pembangunan hunian vertikal maupun untuk mencapai target pembangunan rusun MBR sebagaimana diarahkan.

"Oleh karena itu keseluruhan rencana kegiatan yang dikerjakan dari alokasi anggaran Rp75,63 triliun tersebut terus akan kita lanjutkan bukan hanya di perkotaan tapi juga di perdesaan, tentu sesuai dengan visi pemerintahan selanjutnya," kata Sekjen PUPR.