• EKSEKUTIF

Atlet Paralimpiade Boccia Tambah Dua Medali untuk Indonesia

M. Habib Saifullah | Senin, 02 Sep 2024 14:45 WIB
Atlet Paralimpiade Boccia Tambah Dua Medali untuk Indonesia Atlet boccia Indonesia, Gischa Zayana persembahkan medali perunggu dalam gelaran Paralimpiade Paris 2024 (Foto: Dok. Kemenpora)

INDONESIAINFO.ID - Atlet boccia Indonesia, Gischa Zayana dan Muhammad Afrizal Syafa, sukses mempersembahkan dua medali perunggu di Paralimpiade Paris 2024. Raihan ini menjadi sejarah baru bagi boccia Indonesia.

Medali perunggu sukses diamankan Gischa Zayana setelah menekuk wakil Britania Raya, Claire Taggart, dengan skor 5-2 di South Paris Arena 1, Minggu (1/9/2024) malam.

Keberhasilan Gischa Zayana menjadi kejutan besar mengingat Paralimpiade 2024 menjadi multievent besar pertamanya sebagai atlet boccia.

"Senang banget, bersyukur banget, tidak menyangka bisa mendapatkan medali perunggu ini. Kemenangan ini karena dibantuin sama Allah SWT," kata Gischa Zayana usai pertandingan.

Gischa mengatakan, pesan sang ibunda sebelum terbang ke Paris menguatkan mentalitas bertanding Gischa Zayana. Meski berstatus debutan di Paralimpiade, Gischa bisa tampil konsisten dari fase grup nomor individual BC2 putri.

"Pesan dari mama, lakukan yang terbaik dan berdoa-berdoa terus saja. Mama juga selalu doain terus," ujar Gischa Zayana.

Sementara itu, Argya Setya Wimala selaku tim pelatih boccia yang mendampingi Gischa Zayana juga menyampaikan, tim pelatih sejatinya sudah bersyukur ketika empat atlet boccia bisa menembus Paralimpiade 2024.

"Untuk lolos ke Paris saja sudah bersyukur karena perjuangan tiga tahun terakhir mengejar poin Paralimpiade sangat menguras tenaga dan waktu. Kita lolos sudah luar biasa, apalagi dapat medali perunggu, sangat luar biasa," ujar Argya Setya.

Keberhasilan Gischa Zayana diikuti Muhammad Afrizal Syafa yang bertemu atlet boccia nomor satu dunia, David Smith. Sempat tertinggal 0-3 pada babak pertama, Afrizal sukses membalikkan keadaan dengan meraih lima poin di tiga babak selanjutnya.

Afrizal Syafa pun mengungkapkan kunci sukses mengalahkan wakil Britania Raya dengan skor 5-3. Motivasi besar datang dari orang-orang yang ada di sekitarnya selama masa persiapan serta pertandingan.

"Ini semua berkat arahan para pelatih dan dukungan dari teman-teman yang bisa menguatkan saya. Alhamdulillah bisa mendapatkan medali perunggu," kata Afrizal Syafa.

Pertemuan dengan David Smith bukan kali pertama terjadi. Afrizal juga sempat berhadapan dengan David Smith pada single event di Brasil.

"Alhamdulillah saat di Brasil juga menang. Medali perunggu ini saya persembahkan untuk negara dan orang tua," ujar Afrizal Syafa.

Muhammad Bram Riyadi selaku tim pelatih yang mendampingi Afrizal Syafa bercerita tentang pergerakan boccia Indonesia mulai tahun 2018 lalu. Dia mengaku senang karena ketua umum NPC Indonesia, Senny Marbun, memberikan kepercayaan penuh hingga tim boccia rutin diberangkatkan ke single event dunia

"Ditambah dukungan dari pemerintah melalui Kemenpora, dengan Pelatnas yang berkelanjutan serta kita diberikan kesempatan untuk try out, mengambil banyak pengalaman, Alhamdulillah di momen puncak ini boccia bisa mempersembahkan medali untuk Indonesia," kata Bram Riyadi.