• EKSEKUTIF

Menag Sebut MTQ Tahun Ini Hadirkan Pemanfaatan Teknologi

M. Habib Saifullah | Senin, 09 Sep 2024 10:01 WIB
Menag Sebut MTQ Tahun Ini Hadirkan Pemanfaatan Teknologi Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas saat membuka MTQ Nasional XXX di Gelora Kadrie Oening, Samarinda (Foto: Dok. Kemenag)

INDONESIAINFO.ID - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXX tahun 2024 kini hadirkan inovasi baru dengan memanfaatkan teknologi digital.

"Transformasi digital ini adalah langkah penting untuk menghadirkan MTQ yang lebih inklusif dan modern, namun tetap menjaga nilai-nilai tradisional dan spiritual yang menjadi inti dari kegiatan ini," kata Menag dalam pembukaan MTQ di Gelora Kadrie Oening, Samarinda, Minggu (8/9/2024) malam.

Tranformasi digital terus digencarkan Kementerian Agama (Kemenag) sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas layanan keagamaan. Inisiatif ini diharapkan dapat mempercepat transformasi layanan yang lebih efektif dan efisien, menjawab kebutuhan masyarakat di era teknologi digital saat ini.

Program transformasi digital telah ditetapkan sebagai salah satu dari tujuh program prioritas oleh Menag. Langkah ini mencakup berbagai inovasi, mulai dari sistem informasi digital hingga pelayanan berbasis teknologi di berbagai sektor keagamaan.

Tahun ini, MTQ Nasional ke-30 kali ini mengusung semangat transformasi digital, dengan sejumlah inovasi utama yang diperkenalkan, seperti e-MTQ, e-Maqra, Live Scoring, dan Live Streaming. Selain itu, inovasi baru juga dihadirkan melalui kategori ekshibisi untuk kaligrafi digital.

Selain itu, Menteri Yaqut juga mengatakan, terpilihnya Kalimantan Timur (Kaltim), sebagai tuan rumah MTQ Nasional menjadi simbol dimulainya awal peradaban dalam sejarah Indonesia.

"MTQ Nasional ke-30 tahun ini memiliki makna yang sangat istimewa, karena bertepatan dengan pencapaian penting bagi bangsa, yakni penyelenggaraan upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79 di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada 17 Agustus yang lalu, sebagai babak baru dalam sejarah bangsa," ujar Menag.