Potret gedung baru SMK-SMAK Bogor yang berada di bawah naungan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) (Foto: Dok. Kemenperin)
INDONESIAINFO.ID - Rabu (18/9/2024), Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita meresmikan gedung baru SMK-SMAK Bogor.
Menteri Agus mengatakan, pembangunan fasilitas pendidikan juga merupakan langkah yang tepat dalam upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM industri di Indonesia.
"Potensi ini dikenal sebagai bonus demografi yang harus dimanfaatkan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi nasional dan pengembangan inovasi untuk mendorong peningkatan daya saing nasional," kata Menperin.
Karenanya, kehadiran bonus demografi tersebut, Indonesia perlu meningkatkan produktivitas tenaga kerjanya, salah satu aspek yang harus diperhatikan ialah dunia pendidikan.
"Kita semua tentu sepakat bahwa pendidikan adalah pondasi utama untuk kemajuan suatu bangsa. Dan, penyelenggaraan pendidikan vokasi menjadi aspek penting dalam upaya penyediaan sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten," kata dia.
Apalagi, SMK-SMAK Bogor, yang merupakan unit pendidikan vokasi milik Kementerian Perindustrian (Kemenperin) ini telah menunjukkan konsistensinya sebagai sekolah menengah kejuruan terbaik.
Prestasi ini dibuktikannya karena mampu mempertahankan predikat sebagai SMK dengan nilai Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) terbaik di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
“Bahkan, lulusan dari SMK-SMAK Bogor ini sebesar 95 persennya langsung terserap kerja di perusahaan industri. Prestasi ini yang harus tetap kita pertahankan,” kata Menperin.
Adapun gedung baru SMK-SMAK Bogor berdiri di atas lahan seluas 35 ribu meter persegi dengan total luas bangunan mencapai 17 ribu meter persegi, tiga kali lipat dari luas bangunan SMK-SMAK Bogor yang lama.
Gedung baru ini mampu menampung hingga 1.600 siswa atau bertambah 1,5 kali lipat dari daya tampung sebelumnya. Harapannya, melalui gedung baru ini akan menjadi pusat pendidikan vokasi yang akan membentuk generasi penerus bangsa yang terampil, kompeten, dan siap menghadapi tantangan global.