• EKSEKUTIF

Prabowo Ingatkan Menteri Tak Bahas Hal Rawan Lewat Telepon

M. Habib Saifullah | Kamis, 07 Nov 2024 13:05 WIB
Prabowo Ingatkan Menteri Tak Bahas Hal Rawan Lewat Telepon Sidang Kabinet Paripurna, Presiden Prabowo Subianto ingatkan menterinya untuk tidak membahas hal rawan melalui telepon (Foto: Dok. Kemsetneg)

INDONESIAINFO.ID - Presiden Prabowo Subianto berencana melakukan kunjungan ke sejumlah negara. Untuk itu dia mempersilahkan kepada para jajarannya untuk tidak ragu untuk menghubunginya namun, hal rawan tidak perlu dibahas melalui telepon

Arahan tersebut disampaikan oleh Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Ruang Sidang Kabinet, Kantor Presiden, Jakarta, pada Rabu, (6/11/2024), yang dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming dan jajaran menteri Kabinet Merah Putih.

"Silakan gunakan teknologi. Tetapi tentunya hal-hal yang rawan tidak perlu lewat telepon, zaman modern ini banyak telinga yang ingin dengar. Kalau saudara-saudara ingin menyampaikan hal-hal yang penting silakan, saya membuka pintu," kata Prabowo.

Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya kerja kolegial di dalam kabinet untuk mencapai tujuan bersama bagi kesejahteraan rakyat. Ia berharap agar hubungan antarlembaga di pemerintahannya dapat dijalankan dengan semangat kesetaraan dan menjauhkan diri dari pola komunikasi yang protokoler dan feodal.

"Kita ini adalah kolega, kita mengabdi sama-sama ke rakyat. Saya menduduki posisi mungkin bisa dianggap pemimpin daripada tim kita. Memang saya mandataris, saya menerima mandat dari rakyat bersama saudara wakil presiden, tapi kita adalah sama dalam kewajiban, tanggung jawab kita kepada rakyat," kata Presiden.

Presiden Prabowo mengatakan, kunjungan internasional yang akan datang diantaranya adalah menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC di Peru dan G20 di Brasil. Selain itu, Presiden Prabowo juga telah menerima undangan dari pemerintah Tiongkok, pemerintah Amerika Serikat, pemerintah Inggris, hingga KTT G7.

Menurut dia, undangan-undangan tersebut merupakan bentuk penghargaan dari negara-negara sahabat kepada Indonesia sebagai mitra penting dalam perekonomian global.
Oleh karena itu, Kepala Negara menegaskan bahwa agenda internasional tersebut tidak dapat diabaikan karena memiliki dampak signifikan bagi kelangsungan ekonomi Indonesia.

"Hal-hal ini tidak bisa saya hindari karena semua punya nilai strategis juga berhubungan dengan keadaan ekonomi kita karena kita harus berunding, harus juga menggali potensi-potensi yang ada," ujar dia.