Staf Khusus Menteri Agama Farid F Saenong (Foto: Kemenag Sumbar)
INDONESIAINFO.ID - Kementerian Agama (Kemenag) RI tetap optimistis efisiensi anggaran sebesar Rp11 triliun pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam secara signifikan tidak akan memengaruhi layanan pendidikan di Tanah Air.
"Secara keseluruhan efisiensi Kementerian Agama itu Rp14,6 triliun, dimana Rp11 triliun diantaranya dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam," kata Staf Khusus Menteri Agama, Farid F Saenong di Padang, Minggu.Sebagai Staf Khusus Menteri Agama yang salah satunya membidangi pendidikan, Farid akan berupaya keras agar efisiensi tersebut tidak memengaruhi proses belajar mengajar anak didik di madrasah maupun di perguruan tinggi.
"Mudah-mudahan kita bisa menjalankan efisiensi anggaran ini dengan kerja dan kultur profesional, sehingga rencana yang dijalankan berhasil," ujarnya.Sementara itu, Pakar Kebijakan Publik Universitas Andalas (Unand) Sumatera Barat Aidinil Zetra mengatakan implementasi Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025 harus tepat sasaran guna mewujudkan pembangunan yang merata di Tanah Air.
"Adanya efisiensi anggaran dalam pemerintahan Presiden Prabowo ini, kebijakan anggaran harus tepat sasaran," kata dia. (ANTARA)