• EKSEKUTIF

Kemenag Luncurkan Program Satu Mahasantri, Satu Pohon

Vaza Diva Fadhilah Akbar | Minggu, 20 Apr 2025 14:10 WIB
Kemenag Luncurkan Program Satu Mahasantri, Satu Pohon Direktur Pesantren Basnang Said (kiri) (Foto: kemenag)

INDONESIAINFO.ID - Dalam rangka memperingati Hari Bumi ke-55 yang jatuh pada 22 April 2025, Direktorat Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia menggandeng Ma’had Aly di seluruh tanah air untuk menggelar aksi nyata dalam mendukung kampanye pelestarian lingkungan bertajuk “Bumiku Hijau.”

Direktur Pesantren, Basnang Said, dalam rapat koordinasi nasional di Jakarta, pada Jumat (18/4), menekankan pentingnya peran pendidikan agama dalam membentuk kesadaran ekologis. “Ma’had Aly bukan hanya pusat pembinaan spiritual, tetapi juga wadah pembentukan kepedulian terhadap lingkungan. Mahasantri harus paham bahwa menjaga alam adalah bagian dari keimanan,” ujarnya.

Salah satu program utama yang akan dijalankan adalah “Satu Mahasantri, Satu Pohon.” Melalui program ini, seluruh mahasantri diharapkan menanam serta merawat minimal satu pohon sebagai kontribusi konkret terhadap pelestarian alam dan adaptasi perubahan iklim.

“Kegiatan ini bukan hanya sekadar tanam, tetapi juga membentuk karakter peduli lingkungan sejak dini,” tegas Basnang.

Untuk memastikan keberlanjutan program, Kemenag akan bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), khususnya dalam pelatihan teknis dan penyediaan sarana pendukung.

Kepala Subdit Pendidikan Ma’had Aly, Mahrus, menegaskan bahwa upaya pelestarian tidak boleh berhenti di acara seremonial. “Kita ingin Hari Bumi menjadi momentum lahirnya gerakan berkelanjutan di lingkungan pesantren,” ujarnya.

Mahrus menambahkan bahwa kurikulum pendidikan Ma’had Aly ke depan akan mengintegrasikan perspektif lingkungan, sehingga mahasantri tumbuh sebagai generasi religius sekaligus sadar ekosistem.

Basnang juga mendorong keterlibatan aktif dosen dan mahasantri untuk menyebarkan gagasan tentang ekologi melalui artikel dan tulisan opini di media sosial maupun jurnal ilmiah.

Ketua DEMA AMALI (Asosiasi Mahasantri Ma’had Aly se-Indonesia), Ahsan Syaifur, menyambut baik gagasan tersebut. “Media sosial adalah ruang strategis untuk menggaungkan pesan kebaikan. Kesadaran menjaga bumi harus menjangkau seluas mungkin,” ujarnya.

Beberapa Ma’had Aly juga mempresentasikan inisiatif mereka dalam forum tersebut. Di antaranya, Ma’had Aly Tebuireng akan mengembangkan kerja sama dengan Bank Sampah Terpadu (BST) milik pesantren, guna memperkuat sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

“BST bisa menjadi contoh riil bagaimana pengelolaan lingkungan dilakukan secara sistematis dan bisa ditiru oleh masyarakat luas,” jelas Kyai Achmad Roziqi.

Sementara itu, Ma’had Aly Walindo dijadwalkan menggelar aksi bersih lingkungan dan perbaikan lahan untuk mencegah banjir di sekitar pesantren.

Sebagai tindak lanjut, AMALI akan menerbitkan surat edaran kepada seluruh Ma’had Aly untuk melaksanakan aksi Hari Bumi secara serempak serta mengumpulkan karya tulis bertema lingkungan yang akan dipublikasikan Kemenag sebagai bentuk kontribusi pemikiran terhadap isu ekologis nasional.