Menteri Agama, Nasaruddin Umar memberikan sambutan dala acara Dialog Buku di Konferensi Waligereja Indonesia (Foto: kemenag)
Jakarta, Indonesiainfo.id - Sejumlah tokoh lintas agama hadir di lantai 8 Gedung Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), pada Rabu (10/9), dalam acara peluncuran buku tentang persaudaraan iman.
Turut hadir Menteri Agama Nasaruddin Umar, Ketua Presidium KWI Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC, Dirjen Bimas Katolik Suparman, serta Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan KWI Mgr. Christophorus Tri Harsono.
Agenda dimulai dengan pemutaran video berisi momen bersejarah kunjungan mendiang Paus Fransiskus ke Masjid Istiqlal. Adegan Paus Fransiskus berjabat tangan erat dengan Imam Besar Masjid Istiqlal, KH. Nasaruddin Umar, kembali menghidupkan semangat Deklarasi Istiqlal tentang martabat manusia, keadilan, dan cinta universal.
Buku pertama yang diluncurkan berjudul Deklarasi Istiqlal: Refleksi, Harapan, dan Tantangan Seluas Indonesia. Karya ini ditulis para Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan (HAK) Keuskupan se-Indonesia bersama pimpinan majelis agama lain, merekam perjalanan satu tahun Deklarasi Istiqlal serta mengajak masyarakat untuk terus menghidupi nilai kasih dalam kehidupan berbangsa.
Selain itu, Menag juga memperkenalkan buku kedua bertajuk Berjalan Bersama, Hidup Rukun Bersaudara: Best Practice Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan se-Indonesia. Buku ini menampilkan praktik nyata persaudaraan lintas iman yang berkembang di berbagai daerah.
Dalam sambutannya, Nasaruddin Umar menegaskan makna utama dari kedua buku tersebut.
“Siapa yang memiliki cinta, ia mampu bersahabat dengan alam. Semua agama mengajarkan kasih. Karena itu, marilah kita mencari titik temu, bukan perbedaan,” ucap Menag.
Acara kemudian berlanjut dengan Focus Group Discussion (FGD) bersama tokoh lintas iman untuk meneguhkan komitmen merawat bumi dan memperkuat persaudaraan sejati di tengah masyarakat.