• EKSEKUTIF

Kementerian Ekraf: AI Jadi Kunci Pertumbuhan Industri Kreatif Indonesia

Vaza Diva Fadhilah Akbar | Rabu, 17 Sep 2025 13:01 WIB
Kementerian Ekraf: AI Jadi Kunci Pertumbuhan Industri Kreatif Indonesia Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya (Foto: Ist)

Jakarta, Indonesiainfo.id - Pemerintah melalui Kementerian Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf) terus mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai penggerak inovasi dan pertumbuhan industri kreatif nasional.

Penggunaan AI diarahkan agar kebijakan pemerintah dapat lebih tepat sasaran dan mendukung ekosistem kreatif yang inklusif.

Dorongan tersebut disampaikan dalam acara tahunan Artificial Intelligence Innovation Summit (AIIS) 2025, yang diinisiasi oleh KORIKA (Kolaborasi Riset dan Inovasi Kecerdasan Artifisial Indonesia) dengan tema AI for Sustainable Future: Bridging Innovation and Humanity.

Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menilai Indonesia masih berada pada tahap awal adopsi AI, tetapi memiliki peluang besar dengan 185 juta pengguna internet dan 139 juta pengguna media sosial. AI diyakini dapat mempercepat inovasi di subsektor desain, animasi, gim, aplikasi, hingga pemasaran digital.

“Pada tahun 2024, kontribusi ekonomi kreatif mencapai lebih dari Rp 1.500 triliun terhadap PDB nasional dan menyerap lebih dari 26,5 juta tenaga kerja. Dengan momentum adopsi AI, kontribusi ini akan meningkat, menegaskan peran ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. AI dapat mempercepat produksi, mengoptimalkan pemasaran, dan membuka akses pasar global. Namun, kreativitas manusia harus tetap menjadi pusat ekosistem kreatif. AI adalah kolaborator, bukan pengganti kreator,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Selasa (16/9).

Meski peluang besar terbuka, tantangan juga tidak ringan. Menteri Ekraf menyoroti perlindungan hak cipta dan literasi digital yang masih terbatas.

“Produk kreatif seperti desain, fotografi, dan animasi adalah karya manusia dengan hak moral dan ekonomi. Regulasi saat ini belum sepenuhnya mengatur penggunaan karya sebagai data latih AI. Mekanisme lisensi sangat penting agar pencipta tetap mendapat pengakuan dan imbal hasil yang adil,” jelas Teuku Riefky.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian Ekraf menyiapkan kerangka strategis yang menyeimbangkan pengembangan dan pemanfaatan AI. Fokus pengembangan mencakup riset, inovasi, dan perlindungan kekayaan intelektual, sementara pemanfaatannya diarahkan untuk meningkatkan daya saing industri kreatif. Pemerintah juga mendorong harmonisasi regulasi, peningkatan literasi dan etika AI, serta dukungan bagi startup lokal di bidang teknologi AI.

Keikutsertaan Kementerian Ekraf dalam AIIS 2025 diharapkan memperkuat sinergi antara teknologi dan kreativitas, membuka jalan bagi ekosistem digital yang inovatif, inklusif, dan mampu menjawab tantangan global di era AI.

Di tempat yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto menekankan pemanfaatan AI dalam program pemerintah, termasuk 17 paket stimulus ekonomi, dengan rincian 8 program akselerasi tahun 2025, 4 program tahun 2026, dan 5 program lainnya.

"Salah satu dari 17 program kami adalah kaitannya dengan digital itu yaitu program magang lulusan perguruan tinggi. Program magang perguruan tinggi itu eligible untuk mahasiswa yang satu tahun lulus pada tahun tersebut. Saya minta nanti para digital perusahaan bisa menyediakan tempat untuk para mahasiswa magang di industrinya apapun subjeknya," kata Menko Airlangga.

Selain itu, terkait ekraf, pemerintah melalui Kemenko Perekonomian menghadirkan Program Perkotaan dengan Pilot Project DKI Jakarta untuk meningkatkan kualitas pemukiman dan penyediaan ruang bagi Gig Economy, termasuk co-working space di Tanah Abang dan Blok M.

Acara ini turut dihadiri President KORIKA Hammam Riza, Dirjen Ekosistem Digital Edwin Hidayat Abdullah, dan Founder/Ketua Dewan Pengawas KORIKA Bambang Brodjonegoro, serta Menteri Ekraf Teuku Riefky yang didampingi Deputi Bidang Kreativitas Digital Muhammad Neil El Himam dan Direktur Teknologi Digital Baru Dandy Yudha Feryawan.