Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar (Foto: kemenag)
Jakarta, Indonesiainfo.id - Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan agar setiap kegiatan yang digelar Kementerian Agama tidak berhenti pada seremonial semata, melainkan harus memiliki nilai dan dampak nyata bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Menag saat memberikan sambutan dalam kegiatan Zakat Wakaf Funwalk di kawasan Car Free Day Jakarta, Minggu (21/9).
Acara yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw 1447 H/2026 M ini diikuti sekitar 1.400 peserta, serta dihadiri jajaran Eselon I dan II Kemenag, para staf khusus, dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag.
“Kesemarakan harus berbanding lurus dengan kualitas pengkhayatan kedalaman makna. Jangan hanya kesemarakan, tapi kedalaman maknanya kurang,” ujar Menag.
Ia juga mencontohkan pentingnya penguatan zakat dan wakaf sebagai program nyata yang bisa memberi kontribusi besar pada pengentasan kemiskinan.
“Kalau zakat ini aktif, wakaf ini aktif, kita hanya butuh 20 triliun. 20 triliun itu sudah bisa membebaskan kemiskinan mutlak. Apalagi nanti kalau zakat wakaf itu sudah berdaya, maka sudah tidak ada lagi orang-orang miskin di Indonesia,” tegasnya.