• EKSEKUTIF

Silatnas ARMI 2025 Cetak Generasi Muda Berkualitas

Vaza Diva Fadhilah Akbar | Senin, 03 Nov 2025 14:30 WIB
Silatnas ARMI 2025 Cetak Generasi Muda Berkualitas Acara Silaturahmi Nasional (Silatnas) Aktivis Remaja Masjid Indonesia (ARMI) 2025 (Foto: kemenag)

Jakarta, Indonesiainfo.id - Kementerian Agama RI menggelar kegiatan Silaturahmi Nasional (Silatnas) Aktivis Remaja Masjid Indonesia (ARMI) 2025 sebagai upaya memperkuat peran generasi muda dalam pembangunan peradaban Islam.

Acara ini diikuti oleh 70 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia dan difokuskan pada pembinaan remaja masjid agar menjadi pribadi yang disiplin, berilmu, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, mengatakan bahwa remaja masjid memiliki tanggung jawab besar sebagai garda terdepan dalam membangun umat dan bangsa.

“Aktivis remaja masjid itu harus gagah, tapi kegagahannya bukan hanya fisik, melainkan gagah dengan ilmu dan akhlak,” ujar Abu dalam arahannya di hadapan peserta Silatnas ARMI 2025 di Jakarta, Sabtu (1/11).

Ia menegaskan bahwa sejak masa Rasulullah SAW, masjid berperan sebagai pusat peradaban yang melahirkan generasi unggul, mencontoh pada para pemuda ahli Suffah di Masjid Nabawi.

“Ahli Suffah adalah universitas pertama dalam Islam. Dari masjidlah lahir pemimpin, ulama, dan panglima seperti Usamah bin Zaid, panglima militer termuda pada masa Nabi,” jelasnya.

Menurut Abu, pembinaan remaja masjid tidak boleh berhenti pada kegiatan ritual semata. Ia menekankan pentingnya penanaman nilai ilmu, disiplin, dan semangat berkarya bagi masyarakat.

“Bahaya kalau anak muda tidak punya aktivitas. Energi yang besar harus disalurkan dalam karya yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Abu juga mengingatkan para peserta untuk terus menimba ilmu agama dan pengetahuan umum agar mampu memberi manfaat bagi umat.

“Belajarlah ilmu agama dan ilmu umum. Semua ilmu yang bermanfaat harus dikuasai agar kalian menjadi generasi yang tidak hanya beriman, tetapi juga berdaya dan berdampak,” pesannya.

Sementara itu, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, menyebut Silatnas ARMI sebagai forum strategis dalam memperkuat kiprah generasi muda bagi kemajuan bangsa.

Ia menyebut peserta kegiatan kali ini sebagian besar berasal dari generasi Z, kelompok yang disebut memiliki potensi besar sebagai game changer masa depan Indonesia.

"Bonus demografi kita hari ini sebagian besar adalah generasi aktif, termasuk Gen Z. Maka, maju atau tidaknya Indonesia ke depan ada di tangan adik-adik semua,” ujarnya.

Arsad menilai bahwa masjid harus menjadi ruang proteksi moral dan spiritual di tengah derasnya arus budaya global dan perkembangan dunia digital.

“Saya senang sekali melihat anak-anak muda yang masih aktif di masjid. Artinya mereka punya pelindung moral, punya lingkungan yang menjaga dari pengaruh negatif peradaban modern,” tutur Arsad.

Ia juga menyoroti karakter digital native generasi Z yang hidup di dunia serba daring. Menurutnya, hal ini bisa menjadi peluang besar bila diimbangi dengan kemampuan memproduksi konten positif berbasis nilai Islam.

“Kita harus belajar mengelola dunia digital dengan baik. Jangan sampai Gen Z hidup di dunia digital tapi berpikir seperti generasi baby boomers,” ujarnya sambil berkelakar.

Arsad berharap kegiatan ini menjadi ajang bagi para remaja masjid untuk memperluas jejaring, bertukar inspirasi, dan menumbuhkan semangat berkompetisi dalam kebaikan.

“Remaja hari ini adalah calon pemimpin masa depan. Saya optimis, dengan semangat dan jejaring yang kuat, generasi masjid akan menjadi pilar penting menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Kasubdit Kemasjidan Nurul Badruttamam menambahkan bahwa Silatnas ARMI 2025 merupakan momentum konsolidasi remaja masjid dari seluruh Indonesia.

“Tahun ini peserta kita hadir dari 34 provinsi, naik signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya 15 provinsi,” ungkapnya.

Menurut Nurul, peningkatan jumlah peserta menunjukkan antusiasme tinggi generasi muda terhadap gerakan masjid sebagai pusat dakwah dan sosial.

Ia menekankan bahwa kegiatan pembinaan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Kemenag untuk membangun ekosistem kemasjidan yang produktif dan berkelanjutan.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini memadukan pembinaan spiritual, semangat nasionalisme, dan pelatihan kepemimpinan sosial. Nurul menjelaskan bahwa program ARMI tahun ini juga melibatkan sinergi lintas lembaga, termasuk dukungan TNI AL dalam pembinaan kedisiplinan peserta.

“Remaja masjid harus menjadi contoh muslim yang kuat spiritualnya, kokoh moralnya, dan cinta negerinya,” tambahnya.

Sebagai penutup, Nurul memperkenalkan program lanjutan bertajuk Masjid Berdaya Berdampak yang akan diterapkan hingga tahun 2026. Program ini diharapkan mendorong peran aktif remaja masjid dalam bidang digitalisasi, inovasi sosial, dan pemberdayaan masyarakat.

“Kita ingin masjid menjadi pusat gerak sosial dan peradaban, dan anak-anak muda inilah yang akan memegang perannya,” tutupnya.