• EKSEKUTIF

Menko PM Beri Pesan Khusus ke Alumni Universitas Terbuka

Vaza Diva Fadhilah Akbar | Kamis, 09 Apr 2026 15:01 WIB
Menko PM Beri Pesan Khusus ke Alumni Universitas Terbuka Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, A. Muhaimin Iskandar memberikan keterangan pers usai melakukan kerjsama dengan Alumni IT di Bogor (Foto: Vaza/Indonesiainfo.id)

Bogor, Indonesiainfo.id - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar menyampaikan instruksi khusus kepada jutaan alumni Universitas Terbuka (UT) untuk mengambil peran sebagai motor penggerak perubahan di daerah masing-masing.

Pernyataan ini disampaikan usai prosesi penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kemenko PM dengan Ikatan Alumni (IKA) UT di Bogor, Kamis (9/4).

Pria yang akrab disapa Cak Imin ini menilai sebaran alumni UT yang mencapai lebih dari dua juta orang merupakan modal sosial yang sangat besar bagi agenda transformasi nasional.

"Jangan pernah berhenti untuk meningkatkan kualitas diri, jangan pernah tidak memiliki peran aktif di dalam berpartisipasi mewujudkan kepedulian kita kepada lingkungan kita, masyarakat, bangsa dan negara," ujar Menko Muhaimin.

Menko Muhaimin menginstruksikan agar seluruh lulusan UT memosisikan diri sebagai ujung tombak pemerintah dalam memperbaiki kondisi sosial-ekonomi di sekitarnya.

"Alumni UT yang tersebar di berbagai pelosok nusantara ini harus menjadi agen pemberdayaan dan agen perbaikan bagi transformasi bangsa dan negara," ucap Menko Muhaimin.

Ia berpendapat bahwa kerja sama melalui MoU ini merupakan jembatan bagi para alumni untuk mendapatkan akses modal dan ekosistem yang lebih baik.

Pemerintah berkomitmen menyediakan wadah, sementara alumni diminta terus memacu kualitas diri.

Menko PM juga menginstruksikan seluruh jajaran birokrasi, mulai dari tingkat menteri hingga staf, untuk bekerja tanpa henti dalam melakukan percepatan pembangunan.

Hal ini dilakukan guna mengejar target pengentasan kemiskinan ekstrem menjadi nol persen pada tahun ini.

"Presiden memberi arahan untuk tidak main-main, untuk betul-betul kerja keras. Tidak ada waktu untuk berhenti di dalam membangun percepatan transformasi bangsa," kata Menko Muhaimin.