Anggota Komisi III DPR RI Nasyirul Falah Amru. (Foto: Dok DPR)
Jakarta, Indonesiainfo.id - Anggota Komisi III DPR RI Nasyirul Falah Amru mengapresiasi keberhasilan Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Polda Jawa Timur dalam membongkar jaringan narkotika internasional asal Thailand. Menurut legislator yang akrab disapa Gus Falah itu, keberhasilan tersebut menjadi bukti kuatnya sinergi antaraparat penegak hukum dalam memerangi peredaran gelap narkotika di Indonesia.
“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BNN dan Polda Jawa Timur atas keberhasilan mengungkap jaringan narkotika internasional asal Thailand. Sinergi yang terjalin sangat baik dan patut terus diperkuat dalam memerangi peredaran narkoba di Indonesia,” ujar Gus Falah dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (3/7).
Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Timur X itu menilai keberhasilan aparat mengungkap dan menyita 3,37 ton narkotika jenis cannabis buds asal Thailand merupakan capaian yang sangat penting karena berhasil mencegah barang haram tersebut beredar di tengah masyarakat.
Menurut politikus PDIP itu, pengungkapan kasus tersebut secara langsung telah menyelamatkan jutaan generasi muda Indonesia dari ancaman penyalahgunaan narkotika yang dapat merusak masa depan bangsa.
“Sebagai wakil rakyat dari Gresik dan Lamongan, saya sangat bersyukur narkotika sebanyak 3,37 ton itu berhasil diamankan sebelum sempat beredar. Ini merupakan kabar baik bagi masyarakat Gresik, Jawa Timur, dan Indonesia karena generasi muda kita terlindungi dari dampak buruk penyalahgunaan narkoba,” katanya.
Gus Falah menambahkan, keberhasilan BNN dan Polda Jawa Timur mengamankan barang bukti di sebuah gudang kawasan pergudangan Kabupaten Gresik menjadi bukti bahwa jaringan narkotika internasional masih terus berupaya menjadikan Indonesia sebagai pasar peredaran gelap narkoba.
Karena itu, ia berharap keberhasilan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi antarlembaga dalam memberantas jaringan narkotika lintas negara.
Menurutnya, perang melawan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan dukungan pemerintah serta partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat agar Indonesia semakin terlindungi dari ancaman peredaran gelap narkotika.