Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Dini Rahmania (Foto: Fraksi NasDem)
Indonesiainfo.id - Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Dini Rahmania, menyampaikan duka cita atas meninggalnya empat orang saat berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Timur II ini pun mendesak evaluasi menyeluruh terhadap sistem penanganan bencana agar keselamatan petugas dan relawan lebih terjamin.
Dini mengatakan, tragedi tersebut tidak hanya merenggut nyawa orang-orang yang berada di lapangan, tetapi juga meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang kehilangan anggota keluarganya.
Menurut dia, para korban menjalankan tugas kemanusiaan untuk membantu menyelamatkan lingkungan dan masyarakat.
"Empat nyawa yang hilang tidak boleh dianggap sebagai risiko dalam penanganan bencana. Harus ada evaluasi menyeluruh terhadap sistem komando, kesiapan peralatan, serta prosedur keselamatan petugas dan relawan di lapangan," kata Dini Rahmania dalam keterangan resmi, Sabtu (17/10).
Anggota Komisi VIII DPR RI ini juga mengatakan, pihaknya mendesak instansi terkait mengambil langkah penanganan yang lebih cepat, terukur, dan terkoordinasi.
Ia menegaskan, jangan sampai keterbatasan sarana, lemahnya antisipasi, atau keterlambatan penanganan kembali membahayakan mereka yang berada di garis depan. Hal ini berlaku untuk semua penanganan bencana yang ada di Indonesia.
"Saya juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap sistem komando, pemetaan risiko, dan mekanisme penyelamatan darurat. Jika ditemukan kelalaian dalam penerapan standar keselamatan, harus ada pertanggungjawaban yang jelas," kata dia.
Politisi Fraksi Partai NasDem ini mengingatkan, pemerintah wajib memastikan santunan, pemenuhan hak keluarga korban meninggal dunia, serta perawatan dan pemulihan terbaik bagi korban luka.
"Keberanian petugas atau relawan tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan keselamatan mereka. Mereka berada di garis depan untuk melindungi kita, maka negara harus hadir melindungi mereka. Tidak boleh ada lagi nyawa yang hilang karena lemahnya kesiapsiagaan dan perlindungan di lapangan," pungkas Dini.
Sebelumnya, empat korban yang tewas atas nama Sukaris, Operator layanan Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Balai Besar TNBTS. Hendra Rony Wagiyanata, Petugas Balai Besar TNBTS (meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan medis karena luka bakar).
Kemudian, Wisnu Yuda Pratama, Petugas sekuriti hotel (Artotel Bromo). Sefriel Ardiansyah, Petugas sekuriti hotel (Artotel Bromo) sekaligus atlet panjat tebing. Selain korban tewas juga ada ada sejumlah korban yang menderita luka bakar.