Bank Negara Indonesia (BNI). (Foto: twitter)
Jakarta, Indonesiainfo.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mengimbau masyarakat luas dan para nasabahnya agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan perbankan yang mengatasnamakan institusi BNI melalui sambungan telepon.
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, mengungkapkan bahwa para pelaku kejahatan sering kali sengaja memancing kepanikan korban dengan menyampaikan informasi palsu, seperti adanya masalah pada rekening, transaksi mencurigakan, ancaman pemblokiran, penyalahgunaan kartu, hingga gangguan keamanan akun.
"Pelaku kerap memanfaatkan rasa takut dan kepanikan agar korban tidak sempat berpikir jernih sebelum mengikuti instruksi penelepon. Jangan panik dan jangan terburu-buru mengambil tindakan," ujar Okki dalam keterangan tertulis, Selasa (3/11/2026).
Dalam melancarkan aksinya, pelaku biasanya menawarkan bantuan palsu sembari mendesak korban untuk menyerahkan data pribadi, kode verifikasi (OTP), PIN, hingga mengarahkan korban agar mengeklik tautan maupun mengunduh aplikasi tertentu. Terkadang, pelaku juga memanfaatkan teknik Neuro-Linguistic Programming (NLP) untuk membangun rasa urgensi agar korban menuruti instruksi tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.
BNI menegaskan bahwa pihak bank tidak pernah meminta data rahasia perbankan seperti PIN, nomor kartu, kode CVV, kode OTP, kode transaksi, maupun kata sandi (password) melalui media komunikasi apa pun.
Tiga Prinsip Utama Menghadapi Penelepon Mencurigakan:
Apabila nasabah telanjur memberikan data rahasia, mengeklik tautan berbahaya, atau melakukan transaksi yang mencurigakan, disarankan untuk segera menghubungi BNI demi memperoleh penanganan darurat lebih lanjut.
Bagi nasabah yang ingin memverifikasi informasi atau melaporkan indikasi penipuan, dapat langsung menghubungi BNI Call 1500046 atau memantau kanal komunikasi resmi BNI berikut: