• YUDIKATIF

ACFFEST, Cara KPK Lawan Korupsi Lewat Bahasa Film

Pamudji | Kamis, 02 Mei 2024 14:55 WIB
ACFFEST,  Cara KPK Lawan Korupsi Lewat Bahasa Film Wakil Ketua KPK Alexander Marwata

INDONESIAINFO -  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST). Perhelatan tahun ini lebih spesial karena bertepatan satu dekade perjalanan ACFFEST dalam eksistensinya melawan korupsi melalui karya film.

Festival yang mengusung tema ‘Satu Dekade Berkarya, Berantas Korupsi Lewat Seni’ ini berlangsung di Auditorium Pusat Pembelajaran Arntz Geise (PPAG) Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) Bandung, Selasa (30/4/2024).

ACFFEST tidak hanya menjadi media kampanye antikorupsi, tetapi lebih dari itu, 10 tahun ACFFEST telah menjadi sebuah gerakan sosial antikorupsi dari anak muda melalui media film. Apalagi, bahasa visual lebih mudah menarik perhatian, dan lebih mudah ditangkap dari pada bahasa lisan. Saya yakin, tidak ada yang mendengarkan pidato dua kali, tapi kalau film bisa berkali-kali,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam pembukaan ACFFEST 2024, seperti dikutip dari laman resmi KPK, Kamis (2/5/2024).

Seni pertunjukan, tutur Alex, merupakan media yang tepat bagi KPK untuk menjangkau dan mengedukasi masyarakat, terutama mengenai sembilan nilai antikorupsi tanpa menggurui. Nilai tersebut yakni JUMAT BERSEPEDA KK (jujur, mandiri, tanggung jawab, sederhana, peduli, disiplin, adil, dan kerja keras).

“Kami berharap ke depan ide baru akan terus berkembang. Bila perlu gunakan bahasa daerah, supaya bisa kita putar di setiap daerah sambil berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Karena di pemda ada Layanan Publik Satu Pintu. Jadi, ketika masyarakat menunggu diberi layanan, bisa menonton film pendek seperti tadi. Kan selain terhibur, masyarakat bisa menangkap nilai-nilai antikorupsi di dalamnya. Itu sebenarnya tujuan dari ACFFEST ini,” paparnya.

Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat Wawan Wardiana menambahkan, semangat masyarakat dalam pemberantasan korupsi tidak pernah padam dalam kondisi apa pun. Hal ini dibuktikan dengan submission karya film yang terus meningkat setiap tahunnya. Tercatat sepanjang satu dekade, ACFFEST sudah melahirkan 47 karya ide cerita serta 118 film pendek fiksi yang berhasil tayang di berbagai platform, seperti YouTube, Maxstream, Cinemaworld, Pesawat Garuda Indonesia, Kereta Api Indonesia, Genflix, hingga Bioskop Online.

“Di saat festival film lain terhenti karena pandemi, ACFFEST masih berjalan dengan submission karya yang selalu meningkat. Bahkan, total submission yang masuk dari 2013 hingga 2023 ada 4.700 submission dari sejumlah kategori. Keberlangsungan satu dekade ACFFEST juga menunjukkan bahwa KPK menghargai karya seni dalam perjuangan pemberantasan korupsi,” jelas Wawan.