• EKSEKUTIF

Alasan Jokowi Utamakan 2,3 Juta Lowongan ASN untuk Talenta Muda

Syafira | Minggu, 07 Jan 2024 12:01 WIB
Alasan Jokowi Utamakan 2,3 Juta Lowongan ASN untuk Talenta Muda Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Foto Ist)

Jakarta, Indonesiainfo.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi mengumumkan rekrutmen calon aparatur sipil negara (CASN) 2024 sebanyak 2,3 juta formasi. 

Presiden Jokowi mengatakan, rekrutmen CASN digelar sebagai upaya pemerintah untuk menghadapi disrupsi teknologi yang sangat pesat.

"Pemerintah membutuhkan para pembelajar muda yang terampil dari berbagai disiplin ilmu untuk mendukung pelayanan publik berbasis digital, efisiensi birokrasi, dan mendorong peningkatan kinerja, serta akuntabilitas pemerintah," ujar Jokowi dalam keterangannya dikutip dari Laman Presiden RI, Minggu (7/1/24).

Presiden Jokowi menjelaskan, pemerintah akan membuka rekrutmen CASN sebanyak 2,3 juta formasi. “Formasi-formasi tersebut akan dialokasikan untuk guru dan dosen, tenaga kesehatan, serta tenaga teknis sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya.

Presiden Jokowi menuturkan, pemerintah memberikan kesempatan bagi para lulusan baru dengan membuka formasi CPNS tahun 2024 sebanyak 690 ribu orang. “Tersebar di instansi pusat 207 ribu dan di instansi daerah 483 ribu,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga akan menyelesaikan penataan tenaga non-ASN dengan membuka rekrutmen sebanyak 1,6 juta formasi yang belum diangkat sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

“Pemerintah juga akan menyelesaikan penataan tenaga non-ASN berdasarkan database BKN sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN, dimana tahun ini dilakukan rekrutmen sebanyak 1 juta 600 ribu formasi yang belum diangkat sebagai PPPK,” lanjutnya.

Presiden Jokowi pun mengajak talenta muda Indonesia bergabung di pemerintahan, menjadi bagian dari semangat reformasi birokrasi.

“Saya mengundang saudara-saudara, talenta-talenta muda hebat Indonesia untuk memanfaatkan peluang rekrutmen calon ASN tahun 2024 dan menjadi bagian dari semangat reformasi birokrasi, serta pelayanan publik yang berdampak dan lebih baik,” tandasnya.