• EKSEKUTIF

Menteri Kominfo Dorong Investor Jadikan Indonesia Destinasi Investasi AI

Agus Mughni Muttaqin | Jum'at, 27 Sep 2024 23:53 WIB
Menteri Kominfo Dorong Investor Jadikan Indonesia Destinasi Investasi AI Menteri Kominfo Budi Arie Setiadi memberikan Keynote Speech Sinar Mas Digital Day 2024 dan Peresmian Kerjasama Strategis Sinar Mas dan China Mobile dalam AI Joint Laboratory, di Banten (Foto: Humas Kominfo)

INdonesiainfo.id - Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Budi Arie Setiadi mendorong investor di bidang teknologi digital nasional untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu destinasi investasi sektor kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI).

Dorongan itu Menteri Kominfo sampaikan seiring inovasi teknologi 5G dan AI memiliki peran penting dalam lanskap bisnis global terkini. Peluang investasi sektor AI akan berkontribusi sebesar USD 19,9 Triliun terhadap perekonomian global di tahun 2030. Bahkan di kawasan ASEAN akan meningkat dari USD1 Miliar di tahun 2020 menjadi USD 11Miliar di tahun 2022.

“Destinasi investasi swasta terhadap sektor AI masih didominasi oleh Amerika Serikat, Tiongkok, dan Inggris. (Padahal) sektor digital juga terus berkembang pesat di kawasan ASEAN dengan nilai investasi sektor TIK meningkat,” tuturnya saat memberikan Keynote Speech Sinar Mas Digital Day 2024 dan Peresmian Kerjasama Strategis Sinar Mas dan China Mobile dalam AI Joint Laboratory, di Banten, Jumat (27/09/).

Menurut Menteri Budi Arie, potensi AI makin menjanjikan dengan adanya peluang nilai investasi startup AI yang kompetitif mencapai USD1 Triliun terhadap PDB ASEAN pada tahun 2030.  Sedangkan di Indonesia, sektor digital berhasil menarik kurang lebih USD22 Miliar investasi pada tahun 2023.

“Potensi pasarnya juga diprediksi mencapai USD210 Miliar s.d. USD360 Miliar di tahun 2030 dengan didominasi industri e-commerce, online travel, transportasi dan makanan, serta media online. Adapun angka kontribusi AI pada perekonomian Indonesia di tahun 2030 diprediksi mencapai USD 366 Miliar. Sektor ini menjadi driving force pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depannya,” jelasnya.

Menteri Kominfo menjelaskan potensi tersebut menunjukkan AI sebagai emerging technologies yang makin dipercaya di berbagai sektor.

“Sebanyak 73 persen dari 700 pengembang AI global percaya bahwa AI akan diadopsi oleh organisasi mereka dalam dua tahun ke depan. AI juga dipercaya untuk menghadirkan solusi bagi berbagai sektor di negara berkembang seperti di bidang pendidikan, kesehatan, publik dan finansial, serta tenaga kerja,” tuturnya.

Menurut Menteri Budi Arie, AI dapat membantu mengatasi kesenjangan digital melalui penyediaan akses terhadap informasi dan layanan publik terutama di pedesaan atau daerah terpencil lainya.

“Selain itu, AI juga berpeluang untuk meningkatkan produktivitas ekonomi melalui otomasi dan inovasi, sehingga UMKM mampu bersaing di era digital,” tandasnya.

Namun demikian, Menteri Kominfo mengakui ada beberapa tantangan dalam pengembangan AI. Salah satunya pembangunan infrastruktur yang belum merata dan keterbatasan pendanaan yang menghambat penetrasi internet sebagai fondasi pengembangan AI.

“Selain itu, kurangnya transfer of knowledge dari negara-negara developer AI juga membatasi pengembangan tata kelola AI di suatu negara,” ujarnya.