• EKSEKUTIF

Mentan Dampingi Jokowi Tinjau Pompanisasi di Kalimantan

M. Habib Saifullah | Kamis, 27 Jun 2024 14:14 WIB
Mentan Dampingi Jokowi Tinjau Pompanisasi di Kalimantan Presiden Jokowi bersama rombongan saat meninjau program pompanisasi di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (Foto: Dok.Humas Kementan)

INDONESIAINFO.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama dengan Menteri Pertanian (Mentan) meninjau jalannya program pompanisasi di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (Kalteng), Rabu (26/6/2024).

Presiden Jokowi mengatakan, program pompanisasi di Kabupaten Kotawaringin Timur berjalan dengan baik, dan diharapkan dapat memberi dampak positif pada peningkatan produksi.

"Kita sekarang ini terkena dengan yang namanya gelombang panas atau kekeringan panjang, sehingga semua negara produktivitasnya turun, produksi berasnya turun," ujar Presiden Jokowi.

Mengenai hal tersebut, Presiden Jokowi bersyukur Indonesia bisa mempertahankan produksinya di level aman. Untuk itu, pompanisasi perlu digencarkan agar membawa manfaat besar bagi produksi pangan nasional.

Banyak negara yang sebelumnya ekspor beras kini dipakai untuk dirinya sendiri. Nah, kita ini negara ini juga sama. Perkiraan dari BMKG, Nanti Juli, Agustus besar kemungkinan juga akan ada gelombang panas atau keringan," kata Presiden Jokowi.

Saat ini, pemerintah sudah mendistribusikan 20 ribu pompa ke seluruh Indonesia. Kedepannya jumlah tersebut akan ditambah menjadi 70 ribu unit, untuk memperuat ketersediaan air pada lahan-lahan tadah hujan yang kering akibat gelombang panas.

"Di seluruh tanah air akan disiapkan kurang lebih 20.000 hinga 70.000. Pertama 20.000 dulu, kemudian berikutnya akan menuju ke angka 70.000. dengan pompa air yang di bawah dan tidak bisa naik ke atas bisa kita salurkan," ujar Presiden.

Presiden Jokowi menyampaikan, program pompanisasi terbukti mampu meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dari yang semula hanya satu kali tanam dalam setahun menjadi 3 kali tanam dalam setahun.

Ini kan menaikkan produktivitas para petani dan sangat bagus sekali, selain masalah-masalah yang lain yang berkaitan dengan pupuk juga terus kita pantau agar tepat waktu," kata Presiden Jokowi.

Kemudian, Mentan Andi Amran Sulaiman mengatakan, pompanisasi di Kabupaten Kotawaringin Timur menjadi langkah antisipatif yang strategis dalam menghadapi tantangan El Nino dan perubahan iklim yang semakin tidak terduga.

"Wilayah ini memiliki potensi luas sawah tadah hujan 7.620 hektar, di mana 30 pompa yang tersedia ini mampu mengairi lahan seluas 435 hektar, dan diharapkan mampu meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dari 100 ke IP 300 dengan sumber air berasal dari Sungai Peang," ujar Mentan Amran.

Menurutnya, dampak pompanisasi terhadap produksi Gabah Kering Giling (GKG) sangat signifikan, terutama dalam menghasilkan tambahan sebesar 2.784 ton, yang merupakan kenaikan sebesar 9,82 persen dari tahun sebelumnya.

"Setiap pompa memiliki target luas pelayanan yang ambisius, dengan masing-masing pompa 3 inch mampu mengairi 10 hektar per musim tanam, sementara pompa 4 inch mampu menggarap 15 hektare, dengan total luas 1.215 hektar untuk tiga musim tanam," ujar Mentan Amran.